oleh

Administratur Perhutani Bandung Utara, Komarudin : Di Giri Senang Kalau Cari Recehan Saat Panen Kopi Itu Susah

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Cerita soal geliat ekonomi dari bisnis budi daya kopi meluncur deras dari Komarudin, Administratur Perhutani KPH Bandung Utara.

Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Senang yang berada di kawasan gunung Manglayang satu diantara keberhasilan para petani kopi binaan Perhutani Bandung Utara.

” Sampai ada candaan dari petani, di Giri Senang kalau cari recehan saat panen kopi itu susah, ” selorohnya di kantor Perhutani KPH Bandung Utara jalan Cianjur No 1 A Bandung, Jumat (28/2/2020).

Bisnis kopi oleh LMDG Giri Senang sudah berjalan dari hulu sampai hilir. Mulai dari budidaya, green beans, penyangraian kopi(roasting), buka kedai kopi bahkan memproduksi kopi siap seduh dalam kemasan sachet.

Untuk kopi sachet harganya bersaing dengan kopi sachet dipasaran. Bisa begini karena produktifitasnya tinggi, ” ujar Komarudin.

Produktifitas kopi petani Giri Senang tergolong tinggi. Perpohon ada yang mencapai panen sampai 5 kg. Kalau ada seribu pohon sebut Komarudin, 1 hektar bisa sampai 5 ton.

Pengolahan yang intensif, perlakuan silviculture dan bimbingan dari berbagai pihak jadi jurus ampuh yang mendorong tingginya produktifitas kopi Giri Senang.

Kerjasama budi daya kopi dilahan Perhutani memiliki kontribusi yang siginifikan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Kendati demikian diakui Komarudin belum semua budi daya kopi hasilnya optimal.

Dari 57 LMDH yang terlibat dikopi sekitar 35 LMDH. Itupun hasilnya belum semua maksimal karena kondisinya tidak sama satu sama lain, ” tuturnya.

Ia berharap peluang kopi yang besar harus bisa jadi ruang buat meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

” Giri Senang, Burangrang, Cikole, Cibodas bisa jadi contoh, ini harus diduplikasi buat LMDH yang lain. Kalau sejahtera kan hutan kejaga dan manfaat sharing ke Perhutani otimatis bertambah, ” pungkasnya. (sas)

Berita Terbaru