by

Berhasil Ditekan, Kabakaran Hutan Perhutani Bandung Selatan Hanya 2,5 Hektar

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandung – Perum Perhutani Bandung Selatan mengklaim, luas hutan yang berada di area Bandung Selatan selama Musim kemarau saat ini yang mengalami Kebakaran hutan hanya seluas 2,5 Hektar saja.

Peristiwa kebakaran berhasil ditekan dengan melakukan sejumlah upaya antisipasi kebakaran hutan di area hutan wilayah Perhutani Bandung Selatan.

Wakil Administratur Perum Perhutani Bandung Selatan, Dede Nugraha mengatakan bahwa dari data Juli hingga Agustus, hanya terjadi diwilayah Banjaran dan Ciparay.

“Kebakaran hutan di area kami banyak disebabkan oleh serasah. Dan itu berasal dari para penggarap,” jelasnya, Rabu (4/9) diruang kerjanya.

Dede menambahkan, serasah tersebut ditumpuk lalu dibakar di area hutan wilayah Perhutani Bandung selatan.

“Kami sudah bentuk satgas untuk menanggulangi karhutla di area hutan kami, dan Tim ini terus bergerak memantau ke seluruh area dengan luas hampir 55.000 Hektar,” jelasnya.

Baca Juga Ini  Dandim 0608/Cjr Dirikan Tenda Darurat Untuk Kegiatan Belajar Mengajar Siswa di SDN Pancawangi Cilaku Cianjur

Tim satgas karhutla juga memantau kondisi hutan yang berbatasan dengan area diluar kawasan hutan.

“Misal di Pangalengan itu Kita pantau terus agar area perbatasan aman dari potensi yang menimbulkan kebakaran hutan,” jelasnya.

Fokus antisipasi kebakaran hutan juga menyasar area hutan produksi. Seperti diwilayah Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.

“Hal ini karena di Bandung Barat banyak hutan produksi seperti pohon pinus, jikalau pinus terbakar, maka akan mati pohon tersebut. Upaya sosialisasi di Gununghalu cukup baik, sampai hari ini pohon pinus hutan produksi masih terjaga dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga Ini  Yanto Dharma Gunawan Vs Prudential Berakhir Dengan Pembacaan Acta Van Dading

Deteksi titik api (hotspot) selalu di pantau, melalui info dari BMKG atau bahkan pemantauan langsung lewat poto udara melalui mesin pencari Google.

“Kami bergerak jika ada titik merah. Apalagi serasah, bisa saja merembet serasah ini sehingga masyarakat penggarap pun kita Berikan edukasi agar bisa memahami dan menjaga kondisi hutan,” terangnya.

Tim satgas Siaga Kebakaran, sudah melakukan pelatihan di gunung Puntang.

“Kita kumpulkan semua melakukan siaga Kebakaran hutan, kita sinergis juga dengan muspika agar terjalin komunikasi dalam penanganan Kebakaran hutan,” paparnya.

Dilain sisi menurut Dede saat musim kemarau Ketersediaan air di wilayah hutan Bandung Selatan dipastikan masih terjaga baik.

“Saya kira pasokan air di Bandung Selatan ini cukup baik tersedia,” pungkasnya. (sas)

Berita Terbaru