oleh

Ketum Gepenta: Pencabutan Amandemen UUD 45, lebih Utama Dibanding Omnibus Law

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA,- Omnibus law adalah metode membuat UU yang dapat menghapus UU lain yang tidak sesuai dirangkum dalam satu tujuan, hal ini dinilai banyak pihak memang tidak sesuai dengan pola hidup yang digambarkan Pancasila dan UUD 45.

dimana dalam Pancasila memang tidak ada satu silapun dari Pancasila yang menyebut istilah kata investor ataupun modal begitu juga UUD 45.; Ungkap Brigjenpol (purn) DR.P. Simanungkalit. Disela kesibukannya selasa (18/02/2020).

“Rumusan utama Pancasila dalam kehidupan sosial adalah tatanan hidup yang berkeadilan. Apa yang kita punya Bumi, air, udara dan segala yang berada dalam lingkup wilayah kedaulatan NKRI dapat digunakan untuk kepentingan bersama.” ;Paparnya.

Baca Juga Ini  dr. Yusman Faisal : Upaya Efektif Cegah Penyebaran Covid-19 Dengan Karantina Wilayah

Lebih lanjut dikatakan Simanungkalit, bahwa Indonesia merupakan negara kaya maka wajar bila ada UU yang melindungi hak-hak segenap tumpah darah yang tidak bisa dikorbankan begitu saja untuk kepentingan investor. Adapun untuk rumusan omnibus law sendiri, biasanya digunakan di negara-negara yang menganut common law di mana UU nya lebih banyak dibuat melalui keputusan hakim, ; Tutur nya.

Baca Juga Ini  Perangi Covid-19 Muspika Naringgul Laksanakan Penyemprotan Cairan Disinfektan

Sedangkan di Indonesia, yang berkarakter civil law tidak mengenal tradisi omnibus law, karena dinilai tidak bersumber dari Pancasila dan UUD 45 melainkan sebuah cerminan sebuah inspirasi dari akar liberal kapitalis.; Pungkasnya.

UU di Indonesia mengarah pada liberalisasi pasca amandemen UUD 45 apalagi nanti setelah omnibus law makin sempurna liberal kapitalis menjadi roh dan praktek konstitusi RI. Pemerintah lebih memilih omnibus daripada pengupayaan pencabutan amandemen,. Padahal dengan melaksanakannya pencabutan amdamen dapat di artikan sebagai upaya untuk kembali pada Pancasila dan UUD 45 sebagai jati diri bangsa.(Lamson Hutagaol)

Berita Terbaru