oleh

Curah Hujan Tinggi, Perhutani Bandung Utara Himbau Warga Waspadai Pohon Tumbang

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Memasuki musim hujan, Perhutani KPH Bandung Utara langsung tancap gas. Upaya-upaya untuk mengantisipasi potensi bencana dilakukan.

” Kami telah melakukan pemetaan potensi rawan bencana berikut petugas dilapangan dan dikantor untuk siaga,” kata Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin, di Bandung, Senin (26/10/2020).

Antisipasi ekstra, lanjut Komarudin dilakukan lantaran adanya informasi mengenai badai lanina yang memicu curah hujan tinggi disertai angin.

“Ada anomali cuaca. Menurut ahli kemarin ada lanina jadi curah hujan sangat tinggi,” ujarnya.

Pihak Perhutani Bandung Utara telah menyiapkan 6 posko siaga bencana di tingkat BKPH.

Upaya pencegahan lain pun ditempuh. Seperti sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan yang melakukan kegiatan ekonomi dikawasan hutan.

” Kegiatan ekonomi tidak bisa kita hentikan sepenuhnya tapi kita sosialisasi siaga bencana ke masyarakat lokal yang menyadap getah pinus dan petani kopi ,” bebernya.

Sedangkan dilokasi wisata disamping kesiapan petugas juga dipasang spanduk himbauan kepada pengunjung.

Komarudin menjelaskan dikawasan hutan Bandung Utara potensi pohon rawan tumbang potensinya cukup tinggi.

“Resiko paling tinggi pohon rawan tumbang. Kalau banjir rata-rata jauh dari kawasan hutan, longsor juga yang berdekatan dengan kawasan pemukiman,” bebernya.

Untuk mencegah resiko pohon rawan tumbang, plang himbauan banyak dipasang dilokasi dengan aktifitas masyarakat yang tinggi seperti Cikole dan kawasan yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Kondisi lahan tutupan kawasan hutan Bandung Utara cukup bagus. Berdasarkan data BPDAS Citarum-Ciliwung lahan tutupannya diatas 90 persen. Dari luas total hutan Bandung Utara 20.560 hektar, hanya lahan tinggal 0,6 persen yang bukan lahan tutupan atau sekitar 127 hektar.

Tak ketinggalan aksi lintas pihak dilakukan dalam rangka mengantisipasi bencana dimusim hujan.

” Dimusim kemarau ada masyarakat peduli api, untuk musim hujan juga kita libatkan. Didalamnya ada LMDH petugas dilapangan dan unsur lainnya,” ungkapnya.

Disamping penguatan gotong royong antar elemen masyarakat, sebagai orang beragama, Komarudin meminta untuk berdoa agar musim hujan saat ini dijauhkan dari bencana.

” Kita hidupkan gotong royong antar unsur masyarakat. Berhati hati dan siaga saat dihutan dan sebagai orang beragama kita berdoa agar dijauhkan dari bencana,” pungkasnya.(sas)

 

 

 

 

Berita Terbaru