by

Didatangi Orang Yang Berpakaian Biksu, Rusmanto Temukan Candi

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Indramayu,’ Infonawacita.or.id | Berawal  dari penemuan Batu bata yang diduga mirip untuk bangunan candi, Bangunan kuno ditemukan di area pesawahan, dan banyak ditemukan batu bata merah bersusun dengan ukuran panjang 35 cm, lebar 20 cm. Tinggi 9 cm,  batu bata tersebut ditemukan di sejumlah titik, dengan area total sekitar satu hektar diwilayah Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kec juntinyuat, Kab Indrayu, 28/10/2019.

Bangunan yang diduga merupakan sebuah candi ditemukan oleh salah seorang yakni Ruswanto yang berpropesi sebagai polisi berpangkat Brigadir

Ruswanto menerangkan awal mula penemuan batu bata tersebut.

” Sebenarnya kalau diceritakan tidak masuk akal karena berbau gaib malu saya ,”ujar Rusmato,

lalu dia menceritakan, sejak tahun 2017 silam ia kerap didatanhi orang yang berpakaian biksu, orang tersebut berkali-kali memberitahu dirinya bahwa ada sebuah candi di kabupaten indramayu, informasi tersebut ia abaikan hingga pada ahirnya Ruswanto pun mendatangi tempat yang ditunjukan oleh sang biksu, Benar saja dirinya menemukan sebuah struktur bangunan yang sudah tertimbun tanah.

Baca Juga Ini  Sekretaris P2KD Kamasan Kenakan Baju "Pengabdian !"

“Yang datang itu seorang berpakaian biksu ada lelaki ada perempuan, tapi setelah saya temukan bangunan tersebut, orang itu tidak pernah datang lagi ungkapnya.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya indramayu, Dedy Musahi, mengatakan diduga kuat bangunan yang ditemukan merupakan sebuah candi peninggalan masa Budha.

“Ini menarik sebab yidak ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa agama hindu berkembang di kabupaten indramayu,” katanya

Dedy menambahkan, sebuah batu bata dengan tapak anjing juga ditemukan dilokasi, batu bata yang cetakan kaki hewan merupakan tanda batas wilayah. “Biasanya terdapat dalam sebuah candi yang menandakan tapal batas, selain anjing biasanya ada tapak gajah dan harimau,” ujarnya.

Jika bangunan yang ditemukan benar -benar candi maka pastinya merupakan penemuan baru di Indramayu, namun untuk menentukan kebenaran maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, Maka dari itu, TACB indramayu telah melaporkan temuan penting itu kepada Balai Akreologi Bandung untuk dikaji lebih dalam, “Perlu dilakukan langkah ekskavasi. Untuk sementara bangunan candi seperti di Batu Jaya, Karawang,” tutur dia.

Baca Juga Ini  Pidato Jokowi: Uraikan Lima Visi Indonesia 5 Tahun Kedepan

Sementara Tayim,  pemilik lahan lokasi penemuan menuturkan sebenarnya tumpukan batu bata di desanya sudah ada sejak lama.

“Sepengetahuan saya sejak tahun 1989, namun warga menganggapnya seperti batu bata biasa,” ungkap Tayim.

Ketidak tahuan warga itu mengakibatkan batu bata diambil untuk digunakan sebagai bahan bangunan atau urugan tanah. Ukuran batu batanya kan cukup dan besar kokoh, kata dia.

Peneliti Candi Profesor Agus Aris Munandar menyebut, telapak kaki hewan pada bata juga ditemukan di situs Batujaya yang ada di karawang, dan situs Bumiayu di Muaraenim.

” Biasanya telapak kaki anjing, harimau, itik, gajah, Bisapun tapak kaki Manusia ungkapnya.

Dia juga menambahkan, ada beberapa kemungkinan umur batu bata tersebut, Bisa saja batu bata berasal dari zaman Kolonial Belanda, ataupun zaman perkembangan Islam di Indonesia, harus dikaji dulu dengan cermat, terutama bentuk, bahan , dan ukuran batanya, tambahnya.( M nurdin)

 

Berita Terbaru