oleh

Diduga Mengambil Seperempat karung Gabah, Rumah Pelaku Dilempari Batu dan Nyaris Dibakar Warga

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

CIANJUR – Diduga melakukan perbuatan pencurian seperempat karung gabah padi, seorang warga Kampung Cibinong RT 02/08, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, berinisial H (68) nyaris diamuk massa, Minggu (03/05/2020) sekitar pukul 24.30 WIB tengah malam.

Menurut istri pelaku, Elis Tunengsih (46) mengatakan bahwa rumahnya didatangi sejumlah masa dan melemparinya dengan batu. Akibatnya genting dan kaca jendela rumah hancur berantakan. Bahkan teriakan massa juga nyaris membakar rumah.

“Kaget pa kami bersama anak-anak sedang tertidur, ada teriakan bakar, bakar, kami takut rumah kami dibakar,” ujar istri tersangka Elis Tunengsih

Elis mengatakan, suaminya memang kepergok mengambil seperempat karung gabah di pelataran pabrik beras yang masih milik kerabat sepupunya.

“Alasan rumah saya diserang karena katanya suami saya kepergok di pelataran pabrik mengambil seperempat karung gabah,” katanya.

Elis mengatakan ia mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta karena genting, kaca rumah dan beberapa perabotan lainnya mengalami kerusakan.

“Anak saya di dalam sangat stress, ada dua anak perempuan mereka juga sedang tertidur dan langsung bangun, semalam ada tujuh orang di rumah,” terangnya.

Sementara itu konsultan hukum Gilang Arvasendra, SH, menyayangkan adanya tindakan persekusi kepada keluarga Elis Yunengsih. Pasalnya jika memang mencuri bisa diproses secara hukum bukan dengan cara main hakim sendiri.

“Kita ini hidup di negara hukum, jika berkaitan dengan hukum aparat penegak hukum bisa menindak tersangka pengambilan beras di penggilingan padi. Namun ini sangat disayangkan malah merusak rumah, sehingga merusak harkat derajat nama baik keluarga,” jelasnya.

Diakuinya tindakan persekusi ini sudah jelas ada dalam Pasal 167 ayat (1) KUHP dan pelaku persekusi dapat diancam dengan pidana. Keluarga bisa saja melapor balik atas nama azas hukum, sehingga seharusnya masyarakat jangan sampai tindakan menghakimi sendiri terjadi. (Denni Krisman)

Berita Terbaru