by

Diduga Selewengkan Dana BKM Kepala SMK di Cianjur Ditahan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

CIANJUR,- Ironisnya, seorang pengajar seharusnya memberikan kemudahan dan atau membeirikan keringan terhadap siswa maupun siswi yang tidak mampu untuk mengenyang pendidikan. malahan ini sebaliknya, dana yang sudah dialokasikan pemerintah untuk sejumlah siswa maupun siswi diduga di korupsi, senilai Rp. 419 juta.

Kajari  Cianjur Yudhi Syufriadi mengatakan MAW memerintahkan guru pendamping mengambil uang tersebut, kemudian disetorkan kepada MAW.

“Dana BSM seharusnya diambil langsung oleh siswa penerima. Namun MAW memerintahkan guru pendamping mengambil uang tersebut untuk pribadinya,” kata Yudhi kepada awak media, Jumat (12/7/2019).

Baca Juga Ini  TKN: Kami Sangat Kehilangan M. Yamin, Ketua Seknas, Berdedikasi Bagi Kemenangan Jokowi - KH ma'ruf Amin

Yudhi menuturkan MAW menyalahgunakan dana bantuan tersebut saat menjabat sebagai kepsek di SMK Cikalong Kulon, Cianjur, Jawa Barat. Saat ini, MAW menduduki jabatan yang sama namun di SMK Leles, Cianjur.

“Kejadiannya tahun 2015, penanganan dan proses penyidikannya sudah lama. Karena berkas sudah dinyatakan lengkap, akhirnya dia (MAW) kita tahan sampai 20 hari ke depan di Lapas Cianjur,” jelas Yudhi.

Lanjut Yudi, tersangka menyalahgunakan kewenangannya, dan negara dirugikan Rp. 419 juta.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Cianjur Tjut Zelvira Novani menambahkan MAW diduga menyelewengkan dana BSM hingga delapan kali. Dana itu tidak diberikan kepada siswa penerima.

Baca Juga Ini  Hampiri Komandan Upacara : Jokowi Berikan Apresiasi

“Total dana yang diterima Rp 784 juta. Dana itu diterima oleh tersangka, dikelola sendiri tanpa sepengetahuan bendahara sekolah,” ujar Tjut.

MAW beralibi dana BSM tersebut digunakannya untuk keperluan sekolah, seperti pengecoran gedung, peruntukan kelas baru, hingga membayar SPP siswa yang menunggak.

“Itu kan hanya alibi. Dia punya hak ingkar. Nanti faktanya kita lihat setelah di pengadilan. Perhitungan hasil pemeriksaan Inspektorat kerugian Rp 419 juta sekian. Dia ada menyerahkan uang Rp 50 juta ke bendahara. Inspektorat kan melihat perbaikan dan pembangunan gedung itu ada, bukti-buktinya ada, pembelian ada,” tandasnya.(*)

Berita Terbaru