by

FGHI Mengapresiasi Usulan Bupati Tentang Pembentukan Kab Bandung Timur

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandung ,Ketua DPD FGHI ( Forum Gerakan Honorer Imdonesia) Kabupaten Bandumg, sekaligus Anggota Bidang Kajian Hukum dan sosial Forkoda PP DOB Jawa Barat,  Heru K Nirwantya ketika dihubungi wartawan, kamis 5 – 9 – 2019 di kantornya, menjelaskan,

“Saya sangat menyayangkan terjadinya UnRas  walaupun dalam bentuk dukungan dan Stetmen Megatif terhadap keluarnya surat Bupati Kabupaten Bandung Nomor 136/1999/KSOTDA tanggal 23 Agustus 2019 tentang dukungan dan kajian pembentukan Kabupaten Bandumg Timur (KBT). ”

Seharusnya ini tidak perlu terjadi jika unsur yang mengadakan UnRas dan personal yang ber- stetmen negatip berkordinasi dam berkomunikasi denagn pihak yang benar benar mengetahui perjalanan keluarnya surat Bupati tersebut itu Forkoda PP DOB Jawa Barat dan Forkoda PPDOB KBT.

Perlu untuk diketahui bahwa surat Bupati tersebut merupakan sebuah hasil perjalanan selama 1 (satu) tahun Forkoda PP DO .Jawa barat sebagai penjabaran dari visi dan Misi Gubernur dalam penataan Daerah Jawa barat. Kenapa saya tau tentang rentang waktu keluarnya surat tersebut? Karena saya sendiri yang menjalani semua perjalanan baik surat yang di kirim dan diterima Gubernur Jawa barat. jelasnya.

Baca Juga Ini  Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, IbuKota Baru Indonesia

Heru juga menegaskan apa yang disampaikan dalam surat tersebut.

” Apa yang disampaikan dalam surat tersebut menyambung sekali dengan yang diharapkan oleh Gubernur dan saya sangat mengapresiasi dan menhucapkan terima kasih atas dukungan dan usulan Bupati Kabupaten Bandung H. Dadang M Naser, SH, M.Ip. terhadap pembentukan Kabupaten Bandung Timur untuk dilakukan kajian. Tidak mungkinlah seorang Bupati dengan sudah mengeluarkan surat resmi dikatakan  setengah Hati atau ngabobodo.” jadi kalau ada yang mengatakan seperti itu, silahkan bikyikan dengan fakta yang valid tanda tangan atau surat yang sudah ditanda tangani dan di cap diingkari.

Saya malah mempertanyakan kepada oknum yang berasumsi, orang seprti itu malah sepertinya tidak ingin Bandung Timur jadi atau hanya dendam pribadi kepada bupati ?

Baca Juga Ini  Heni Smith Owner The Lodge : Menciptakan Harmoni Bisnis Dan Lingkungan, Itu Kepuasan Saya

Harusnya positif saja dengan yang dilakukan oleh Bupati serta siap mengawal apa yang sudah dikeluarkam oleh Bipati untuk berdirinya kabupaten Bandung Timur, bukan sebaliknya,

FGHI sangat berharap dengan terbentuknya Kabupaten Bandung Timur  maka akan menjadi solusi untuk:

1. Percepatan pencabutan moratorium CPNS karena saat ini kab. kab.Bandung penyerapan APBN untuk belanja pegawai sudah mencapai 56%. salah satu alasan moratorium adalah apanila kab/kota penyerapan APBN diatas 59% untuk belanja pegawai maka tidak diperkenankan mengusulkan dan melaksanakan seleksi CPNS. logika sederhana jika kan bandung terbagi menjadi 2 maka baik induk kab Bandung dan KBT dapat melaksanakan seleksi CPNS.

2. Dapat membuat skema peningkatan kesejahteraan honorer  diwilayah masing masing karena anggaran tetap jumlah honorer merkurang karena terbagi ke 2 wilayah tegas Heru. ( Sep).

 

 

 

Berita Terbaru