by

Gelar Rapat Evaluasi, Gubernur,Pangdam, Dan Kapolda Mewujudkan Citarum Harum

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANDUNG, – Dansatgas Citarum Ridwan Kamil, mengatakan masalah citarum ini bukan lagi menjadi masalah Jawa barat melainkan menjadi masalah nasional, oleh karena itu perlu adanya sinergitas dari lembaga yang terkait dalam pelaksanaanya.

Tambah RK, Dalam 7 tahun perpes harus dapat membuat citarummenjadi harum hal itu untuk membuktikan masyarakat jawa barat akan sungai citarum untuk itu masalah citarum dikelompokkan menjadi tiga kelompok.

yaitu peduli, tidak peduli dan merusak, untuk itu perlu komitmen, “merupakan komitmennya menyediakan Kantor komando Citarum” di jalan Naripan sebagai pusat komando, tambah RK

Untuk daerah yang di lewati citarum harus ada tindakan, seperti untuk masalah pengangkutan sampah akan diangkut oleh pasukan pengangkut sampah khusus citarum, Dansatgas juga meghimbau untuk alim ulama untuk membantu serta membantu perubahan iklim,

“Mudah diundang dengan awal tahun komitmen akan lebih baik dan lebih bersinergi lagi, dan mudah diharapkan sebelum 7 tahun citarum harum sudah terwujud”, harapnya

Kapolda Jabar selaku Wadansatgas II, Irjen Pol Agung Budi Maryoto

“Saya memberikan apresiasi kepada Pangdam III / Siliwangi mengadakan acara evaluasi citarum harum ini” lanjutnya

Dalam pembahasan penanganan hukum, Kapolda menjelaskan, “Penyidik ​​Polri perlu bantuan dari penyidik ​​pegawai negeri sipil dari kementerian LH karena tindak peradilan lingkungan merupakan kriminal khusus,

maka jika ada proses pindah hukum penyidik ​​Polri bekerja sama dengan penyidik ​​pegawai negeri sipil kementerian lingkungan, sebelum menyerahkan dokumen ke kejaksaan P21, tutur Kapolda Jabar

Kapolda juga menjelaskan “Polda jabar sudah mendapat anggaran 3,8 miliar dari mabes Polri untuk pengamanan masalah lingkungan yang akan di serahkan kepada Polres yang membutuhkan masalah citarum harum

“Permasalahan nya untuk sekarang ada keterbatasannya penyidik ​​PPNS (penyidik ​​pegawai negeri sipil) yang terbatas dari kementerian LHuntuk perlu di tambahkan karena perlu untuk memperbaiki sempel sebagai barang bukti dan untuk tahun 2018 sudah 58 kasus, bahkan sudah ada di P21 kan, untuk itu mari kita rapatkan barisan dan bersinergi untuk citarum harum “, himbau Kapolda

Sementara itu, Pangdam III / Siliwangi selaku Wadansatgas I citarum harum memaparkan tentang progres penataan ekosistem yang telah dilaksanakan jajarannya dari sektor 1 hingga 23 serta bantuan yang terkait setiap sektor, menurut Pangdam,

” sungai citarum mempunyai fungsi yang vital dan strategis karena merupakan sumber kehidupan bagi 35 juta jiwa yang meliputi 80 persen konsumsi penduduk, irigasi 420000 ha, 3 waduk budidaya ikan air tawar dan 1900 MW jaringan listrik Jawa Bali,” jelas Pangdam

Baca Juga Ini  Kardin Panjaitan : Ridwan Kamil Harus Tindak Tegas Rentenir Berkedok Pinjaman Online

Selanjutnya, tambah Pangdam,Dimana sungai citarum sepanjang 269 Km dibagi menjadi 23 sektor, terbagi atas sektor 1 s/d 20 sepanjang DAS citarum ,Sektor 21 s/d 22 anak sungai citarum, dan sektor pembibitanhulu sungai citarum , tutur Pangdam

Baca Juga Ini  Kurangi Beban Pencemaran Sungai Citarum, KLHK Bangun IPAL dan Ekoriparian

Selain itu Pangdam juga menuturkan akan mendapatkan bantuan 3000 personil BKO dari kodam lain,” namun dikarenakan bertepatan menghadapi Pilpres maka akan dikaji terlebih dahulu tentang BKO personil yang akan ditempatkan ” jelasnya

Selain presentasi dari Gubernur, Pangdam dan Kapolda, pemaparan juga disampaikan oleh Prof Dini selaku tim ahli Perumus Perpres 15 tahun 2018 tentang program citarum harum dalam pelaksanaannya dan perbaikan proses selama ini

Tampak hadir dari Kememkomaritim yang di wakili oleh staf duputi pendidikan pelatihan, Tubagus .Yang membahas tentang proses awal yang dikeluarkan Perpres 15 tahun 2018 tentang program citarum harum. (*)

Berita Terbaru