oleh

Gerakan Rakyat Hidup Anti Corona (GERHANA) di Tengah Pandemi Covid-19

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANDUNG,- Penyakit coronavirus (covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus jenis baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia dan ditemukan pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Covid-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit covid-19 batuk atau mengeluarkan nafas (WHO, 2020).

Secara global, data kasus covid-19 yang menjangkiti 215 negara di dunia ini sudah mencapai 3.925.815 kasus dengan angka kematian sebanyak 274.488 per tanggal 10 Mei 2020. 

Ketua Kelompok Kerja (Pokja Pengmas), Asysyifa Riana menuturkan, Kasus covid-19 di Indonesia sendiri mencapai angka 14.032 dengan angka kematian 973 kasus atau 6,9% (PHEOC Kemenkes RI, 2020). Data Jawa Barat dalam aplikasi PIKOBAR menunjukkan jumlah kasus covid-19 yaitu sebanyak 1.437 terkonfirmasi postif, 202 sembuh dan 95 orang meninggal dunia.

Kejadian ini membuat kita semua khawatir dan mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran penyakit.

“Meskipun saat ini kita sudah memasuki fase baru yaitu AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) tapi angka kejadian penularan Covid-19 masih tinggi,” kata Asysyifa kepada Redaksi Infonawacita.or.id, senin (28/09/20), siang tadi.

Ditambahkan Asysyifa, Pandemi ini memberi dampak negatif hampir di segala bidang. Perekonomian melemah karena sektor usaha mengalami penurunan income yang berimbas pada PHK besar – besaran dan penurunan daya beli masyarakat. Berawal dari keinginan dan berbagi dengan masyarakat sekitar, pengabdian masyarakat yang menjadi kewajiban seorang dosen STIKes Immanuel dilakukan di tengah pandemi yang sedang terjadi. 

“Selaras dengan program pengabdian masyarakat institusi STIKes Immanuel, kami dari Pokja III telah melaksanakan kegiatan berupa pemberian bantuan sosial berupa masker, hand sanitizer, leaflet serta sembako pada 50 orang pedagang kaki lima dan pengemudi becak melalui program GERHANA-Gerakan Rakyat Hidup Anti Corona yang diberikan oleh Dr. Wintari Hariningsih, SKp.,SH.,MHKes, Tri Ardayani,S.Kep.Ners.,MKM dan Asysyifa Riana,S.Gz.,MT.,AIFO serta mahasiswa dari Senat STIKI” ucapnya.

Selain itu Pokja III tambah Asysyifa, ibu Sri Rejeki,SST.,MM.Kes, turut serta memberikan edukasi dengan topik Manajemen PHBS Rumah Tangga.

Dan materi Wanita diMasa Pandemi oleh Lidya Natalia,S.Kep.Ners.,MN, yang diperuntukkan bagi masyarakat luas melalui live streaming youtube channel LPPM STIKes Immanuel dengan moderator Dian Ekawati,SE.,MM dan telah ditonton ratusan orang. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Maju terus STIKes Immanuel, STIKES terbaik. Karya dan ciptamu selalu dinanti masyarakat.(mie)

Berita Terbaru