oleh

Kapolres Cianjur menghimbau 34.000 warga Cianjur tidak kembali ke Jakarta

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

CIANJUR – Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, mengimbau untuk para pemudik agar tidak kembali lagi ke Jakarta setelah pulang kampung saat Lebaran. Hal ini dikarenakan adanya syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk bisa kembali ke Jakarta.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan saat dibulan ramadhan yang lalu sudah ada imbauan untuk tidak mudik tapi masih saja ada pemudik yang bandel dan ingin pulang kampung dengan berbagai cara.

“Usai Lebaran, mereka tiba-tiba ingin kembali ke Jakarta karena mencari pekerjaan yang bergaji lebih tinggi dari pada di kampung. Namun sayangnya, sekarang ada imbauan bagi mereka untuk tidak kembali ke ibu kota,” ujar Juang

Juang menjelaskan jika para mantan pemudik berasal dari daerah zona merah, maka akan menaikkan potensi penyebaran Corona. Jadi sebaiknya mereka yang akan kembali ke Jakarta mengurungkan niatnya dan baru masuk ke wilayah tersebut setelh pandemi berakhir dan dinyatakan benar-benar aman.

“Pahami, bahwa dalam situasi yang saat ini terjadi, kita tidak boleh menggunakan cara pikir, cara tindak, seperti situasi di masa-masa lalu. Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah, bahkan Bapak Presiden sendiri mengatakan, kita harus bersabar. Situasi ini tidak mudah. Namun, kita yakin dengan kebersamaan, pasti kita akan bisa melakukan,” tandas Juang

Juang berharap, masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta jangan marah akibat aturan ini, apalagi menyalah-nyalahkan pemerintah. Saat ini kita masih berada dalam pandemi akibat penyakit Corona, maka tidak bisa seenaknya bolak-balik ke ibu kota.

“PSBB di ibu kota diperpanjang hingga 4 juni 2020. Jika memang terpaksa meninggalkan Jakarta karena ada keperluan, misalnya karena ada saudara yang wafat, maka harus menunjukkan KTP, surat kematian, surat bebas Corona, dan surat izin keluar masuk yang bisa diunduh di situs khusus,” terang Juang.

Juang mengaskan, bahwa di ibu kota sendiri, total orang yang terjangkit virus Covid-19 sudah ada lebih dari 6.600 orang. Jangan sampai jumlah itu bertambah karena banyak orang yang tertular, karena berinteraksi dengan orang-orang yang kembali ke Jakarta. (rls/Denni Krisman)

Berita Terbaru