by

Sekjen Seknas Jokowi: Mimpi Petinggi PLN Mundur..!!

-Berita, Nasional-376 views
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA,- Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardi mengatakan, Sripeni Inten Cahyani bukan Choi Joong-Kyung. Nama terakhir ini adalah Menteri Ekonomi Korea Selatan yang mundur gara-gara padam listrik dinegaranya.

Sedangkan Sripeni adalah PLT Dirut PLN yang masih bisa tersenyum didepan kamera tv sambil berucap mohon maaf atas pemadaman listrik setengah pulau Jawa pada hari minggu, 4 Agustus 2019.

“Peristiwa pemadaman listrik hari minggu kemarin merupakan peristiwa terbesar setelah peristiwa pemadaman tahun 2002,” kata Dedy kepada Redaksi Infonawacita.or.id, senin (05/8/19) di Jakarta.

Ternyata PT. PLN, kata Dedy.  tidak memiliki *“rencana cadangan”* untuk mengantisipasi pemadaman listrik khususnya di Ibukota Jakarta dan umumnya di pulau Jawa-Bali.
Presiden Jokowi sangat nampak kecewa dan marah dengan jawaban panjang lebar Sripeni PLT Dirut PT. PLN.

Baca Juga Ini  Lsm Baladhika Adhyaksa Apresiasi Putusan Hakim PTUN

“Pantas saja Presiden Jokowi kecewa dan marah buruknya kinerja PLN yang mengakibatkan pemadaman listrik separuh pulau Jawa itu. Dampaknya tidak hanya merugikan rakyat tetapi juga merusak reputasi PLN sebagai pemasok tunggal listrik di Republik ini,” ubgkapnya.

Ditambahkan Dedy, Hingga saat ini dibanyak tempat di DKI Jakarta masih terjadi pemadaman listrik. Bahkan sampai kapan pemadaman listrik ini akan berakhir belum bisa dipastikan.

Baca Juga Ini  Erick Thohir : Dijaman Digitalisasi Masih Dituduh Curang

“Rakyat sebagai konsumen hanya bisa menerima dengan pasrah serta sedikit marah atas kinerja buruk PLN selaku pemasok kebutuhan listrik nasional,” tandasnya.

Lebih lanjut Dedy mengatakan, Rakyat tidak mungkin punya pilihan lain untuk menikmati aliran listrik selain dari PLN sebagai pemain tunggal pelistrikan nasional.

Sehingga rakyat tak perlu berharap Sripeni Inten Cahyani akan mundur sebagai PLT Dirut PT. PLN sebagai bentuk pertanggung jawaban atas buruknya kinerja PT. PLN. Pihak PLN cukup ngomong di depan kamera tv dengan berucap permohonan maaf saja.pungkasnya.(*)

Salam Pancasila,

*Dedy Mawardi*

Berita Terbaru