oleh

Relawan Pemuda Tangkal Corona : Kami Berada Diluar Bekerja Untuk Keselamatan Warga Bandung

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANDUNG – Hari minggu kemarin (29/03/20) disaat penutupan sebagian jalan-jalan di kota Bandung di berlakukan, kami temui ada konvoi yang menyisir jalan dan memberikan semacam himbauan melalui megaphone, tim liputan kami bergerak mencari info lebih dalam. Berikut hasil bincang-bincang santai dengan para anggota konvoi tersebut;

Pagi Pak, ini kegiatan apa yah kalo boleh kami tau?
Oh, kami lagi bikin penyemprotan pake drone buat tempat-tempat ibadah di Bandung. Jawab Mang Joker dari unsur Badan Satuan Tugas Jagasatru Jawa barat.

Apa boleh ketemu dengan penanggungjawabnya?
Boleh saja, tuh orangnya yang pegang toa kecil (maksudnya portable megaphone) namanya Rezal. Tapi tolong yah jaga jarak minimal 1 meter. Imbuh Mang Joker.

Setelah berkenalan dengan Rezal Walyan sebagai Ketua Badan Penanggulangan Bencana MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat, kami diminta untuk mencuci tangan di unit ZERO CAR yang juga menyediakan sabun dan lengkap dengan selebaran kecil berisikan infografis cara cuci tangan yang benar.

Nah, kan enak sudah bersih tangan kita semua, jangan bosan yah cuci tangan, karna hingga saat ini cuci tangan dengan air mengalir adalah yang paling ampuh melawan virus corona dibanding dengan menggunakan hand sanitizer. Ok, sebenarnya giat ini adalah peran serta unsur pentahelix kebencanaan yang diinisiasi oleh PETA (Pemuda Tanggap Bencana) KNPI Provinsi Jawa Barat dibawah komando DR. Rio F. Wilantara yang juga sebagai Koordinator PETA Jawa Barat.

Apa tidak melanggar dengan aturan yang baru diumumkan tidak melakukan kegiatan di luar rumah?
Wah kalo masalah melanggar atau tidak biarlah pihak yang berwenang yang menentukan, tapi gini yah saya jawabnya; bahwa untuk relawan tentu ada pengecualian. Bayangkan para tenaga medis semua bekerja dari rumah, lalu yang urus pasien siapa? Kelakar Rezal.

Kami dari Gerakan Pemuda Tangkal Corona memberikan bantuan penyemprotan disinfektan dengan aplikator drone berkapasitas 10 liter dan 15 liter milik PT. Aero Terra Scan, sebuah perusahaan start up teknologi lokal di Bandung, sedangkan cairan disinfektan buatan PT. Bumi Baureksa Pratama (BUSAMA CHEMICALS).

Di saat drone beroperasi, kami mengajak warga yang sampe sekarang masih aja beraktivitas seperti normal di luar rumah. Mereka kita ajak untuk mencuci tangan di fasilitas cuci tangan keliling kami, ada juga crew yang memeriksa suhu tubuh dengan thermal gun, lalu dibimbing cara mencuci tangannya. Setelah itu, crew akan memberikan selebaran himbauan dan informasi singkat tentang corona ini. Setelah selesai, kami himbau mereka untuk segera pulang ke rumah masing masing. Khusus untuk teman-teman Ojol kami berikan makanan siap saji yang kami dapatkan dari BAPORA Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat. Tuh Ketuanya yang pake masker khusus M3, Namanya kang Doni, nanti saya kenalin yah,” ujar Rezal dengan ramah.

Kita juga di perjalanan ada crew yang bertugas memberikan himbauan ke masyarakat untuk mematuhi maklumat Kepolisian Republik Indonesia pake megaphone yang besar tuh. Namanya kang Cakra, beliau adalah Ketua Badan Penanggulangan Bencana DPP manggala Garuda Putih. Nanti saya kenalin juga deh,” tutur pemilik nama lengkap Rezal Walyan tersebut.

Wow, tumben nih harmonis. Biasanya kan..? (kami tertawa bersama)
Iya memang biasanya gelut yah? Gini, kalo kita paham tentang jenis kebencanaan yang diatur oleh undang-undang nomor 24 tahun 2007, selain ada bencana alam dan bencana non alam, ada juga jenis bencana lain yaitu bencana sosial. Nah kami sudah lama berkolaborasi karna melihat dengan perspektif yang sama bahwa bencana itu adalah musuh bersama yang harus ditangani bersama sama juga. Bukan dengan Manggala saja kok, kita berkolaborasi juga dengan Gatsu AMX, Brigez, GMBI dan beberapa yang lain. Nanti lah kita ngobrol masalah bencana sosial yah, sekarang kan lagi bencana non alam. Ujar Rezal seraya mengajak kami berkenalan dengan kang Cakra.

Kang Cakra, boleh tau apa saja yang dilakukan saat persiapan?
Waduh ribet (repot) kalo sama Kang Rezal mah, dari pagi kita sudah kumpul jam 5:30, barang barang kita dikeluarin kaya masuk boarding bandara, semua disemprot disinfektan, kita juga disterilisasi semuanya, mobil juga luar dalam tuh. Udah gitu disuruh gunting kuku semua sebelum pake glove berbahan latex, jadi kaya anak SD nih kita dibuat Kang Rezal. Tapi kita tau itu protokol untuk keamanan kita juga sih. Jelas Kang Cakra dengan gaya yang sangat ramah dan penuh canda.

Belum lagi kita diwanti-wanti untuk menjaga jarak 1 dan lain, di mobil hanya boleh 3 orang termasuk driver. Motor hanya boleh 1 orang, sedangkan crew media dan driver yang menggunakan kendaraan motor, diharuskan menggunakan sarung tangan dan baju plastik pelindung juga masker, karena tidak memungkinkan untuk jaga jarak saat di motor berboncengan.

Lalu tugas Kang Cakra apa saja dalam giat ini?
Selain memberikan himbauan di jalanan, saya bertugas mendampingi Kang Tias dari PETA untuk memberikan penyuluhan cara cuci tangan yang benar. Lalu saya ditugaskan untuk menjadi First Responder jika ada keadaan darurat dalam rangkaian giat ini.

First Responder apa tuh Kang Cakra?
First Responder adalah salah satu fungsi dalam CERT atau Community Emergency Response Team. Jadi ada yang Namanya incident commander yang bertanggungjawab pada keadaan darurat. Hal ini penting karena kita semua para relawan tangkal corona ini ingin memiliki rasa aman dan nyaman dilindungi juga terlindungi karena menjalankan seluruh protokol. Gini gini juga saya boleh lah sombong sedikit, karna saya sudah mengikuti pelatihan CERT Angkatan pertama tahun 2020 lho,” ujar kang Cakra sambil berkelakar.

Kang Rezal, ke mana saja Gerakan Pemuda Tangkal Corona hari ini?
Tadi sebelum Masjid Bandung Raya ini, kami sudah memberikan pengabdian PETA di Katedral Jl Merdeka, lalu kami akan ke Klenteng Satya Budhi dan Gereja Kristen Indonesia di Jl. Pasteur dan jika memungkinkan waktu juga cuaca, kami teruskan ke Pura di Secapa atau di Otten.

Berapa jumlah crew yang bertugas dalam giat ini?
Kita terjunkan total 14 orang dengan masing masing memiliki tugas, fungsi dan peran yang berbeda. Kami berharap pemuda/pemudi akan melihat Gerakan kami dan mau membantu gotong royong cegah corona khusunya di Jawa Barat bersama PETA.

Boleh kami bertemu dengan Kang Doni dan Kang Tias?
Yah, Kang Doni sudah duluan karena ada agenda dan tugas lain, kalo Kang Tias, tuh lagi nego sama Pak Polisi biar boleh potong jalan membuka blockade. Nanti kita sambung lagi yah. Kata Ketua Badan Penanggulangan Bencana MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat, sambil membunkukan badan memberi salam menjaga jarak fisik kami. Selamat bertugas yah Kang tim PETA.

Berikut adalah oleh oleh dari Kang Cakra, yaitu contekan “halo-halo” di perjalanan;

Ass, S. Pagi-Siang-Sore, Sampurasun, Kami dari Gerakan Relawan Pemuda Tangkal Corona bersama unsur Pentahelix Kebencanaan, Menghimbau: Bagi masyarakat Jawabarat, khususnya warga Kota Bandung, untuk: Tidak meninggalkan rumah kecuali untuk urusan yang mendesak.. Bagi yang sedang berada di luar rumah, agar memperhatikan jarak satu dan lainnya minimal 1 meter.

Mari kita gotong royong cegah corona dengan cara memutus rantai penyebaran virus Covid19. Kami bekerja di luar rumah untuk anda dengan menggunakan APD khusus dan menjalankan protokol keamanan serta kesehatan. Ikuti dan patuh atas maklumat kepolisian Republik Indonesia. (tim)

Berita Terbaru