oleh

Sat Pol PP dan Damkar Cianjur Lakukan Penertiban Pembersihan dan Semprot Jalan dan Trotoar Kawasan Bomero

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

CIANJUR – Pasca puasa ramadhan dan lebaran idul fitri hingga ditempelnya Stikerisasi ditutup sementara, Kawasan Bojongmeron tetap ramai dengan pembeli dan pedagang. Satpol PP terus melakukan sosialisasi dan ajakan agar pedagang menyetop kegiatan karena Bojongmeron sudah bukan kawasan pasar lagi.

“Sudah dipasang stiker untuk tutup sementara oleh Satpol PP, pedagang pasar Bojongmeron tetap nekat berjualan dengan alasan kebutuhan dan barang dagangan bisa busuk kalau tak terjual,” terang Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Hendri Prasetyadhi, Selasa (26/05/2020).

Hendri menjelaskan kawasan rumah di lokasi ini banyak yang beralihfungsi disewakan untuk berdagang. Sehingga dalam waktu yang tak begitu lama kawasan ini kembali menjadi pasar.

“Hari ini kami melakukan pembersihan dan perbaikan taman di Bomero Citywalk, saat Ramadhan kemarin kawasan ini dijadikan pasar,” ujar Hendri di lokasi pembersihan.

Hendri mengatakan, lokasi ini memang ada jalan akses yang biasa keseharian dipakai warga.

“Jadi tak hanya pedagang karena banyak warga hanya sebatas lewat,” katanya.

Satpol PP saat ini menutup pintu depan dan belakang kawasan Bomero, karena banyaknya pengunjung.

“Kawasan Bomero Citywalk tak boleh menjual barang dagangan pasar, seperti sayuran rempah, daging, dan lainnya, kawasan ini peruntukannya untuk kuliner,” katanya.

Menurutnya, banyaknya rumah yang beralihfungsi jadi toko, ia akan menegakan kembali regulasi.

“Akan kami perbaiki, Satpol PP siap kami kerahkan, agar tak ada warga berdagang lagi. Kegiatan hari ini dilakukan bersama Satpol PP, Perkimtan, Lingkungan Hidup, dan Perizinan,” katanya.

Ia mengatakan, kalau tetap bandel pedagang akan disita dan disegel tokonya.

Hal tersebut dilakukan di wilayah Cianjur kota, Cipanas, dan Ciranjang.

Seorang pedagang ikan asin di Pasar Bojongmeron, Dida Permadi (32), mengatakan, kalau tak buka maka ia tak ada pemasukan.

“Saya sudah lama berjualan di sini sebelum pasar pindah, karena kebutuhan juga kalau tak terjual ikan asin ini bisa busuk,” katanya. (Denni Krisman)

Berita Terbaru