oleh

Ketua LSM Perkara KBB : Ormas-LSM Harus Berani Ubah Paradigma, Bila Tidak Digilas Jaman

-Home-345 views
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Adanya dugaan intimidasi oleh oknum ormas di kota Bekasi untuk mengelola parkir kepada salah satu perusahaan jaringan minimarket terbesar di Indonesia memantik reaksi beberapa kalangan.

>

Salah satunya datang dari ketua Ketua LSM Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (Perkara) Kabupaten Bandung Barat(KBB) Windrya Maulana. Menurutnya ormas-LSM harus berani melakukan terobosan dengan mengubah paradgima.

” Jaman berkembang, paradigma juga harus berubah kalau tidak berubah Ormas-LSM digilas jaman. Tidak boleh lagi arogan. Tapi harus bisa menciptakan sinergitas yang baik apalagi keberadaan kita ini jelas diatur Undang-Undang, ” demikian dikatakan Windrya Maulana kepada awak media Senin (11/11/2019) di Padalarang, KBB.

Dijelaskan dia, soal pemberdayaan harus dibarengi dengan pemetaan peluang dan komunikasi yang baik.

” Itu yang kami lakukan di Bandung Barat. Misal ada kegiatan usaha, jenisnya apa dan tenaga kerja apa yang bisa diserap. Semua dikomunikasikan dengan baik sudah ratusan tenaga kerja yang berhasil kita berdayakan baik yang gabung ke lembaga maupun warga, ” beber suami dari Intan Permatasari ini.

Ormas maupun LSM, lanjut Windrya harus memiliki peran ganda. Mengawal program positif pemerintah sekaligus menjadi fungsi kontrol sosial didalamnya.

” Seperti investasi, kegiatan usaha, itu program positif yang harus didukung jangan diganggu. Karena itu sumber pemberdayaan. Kontrol sosialnya dimana ? Kita lihat minimal kegiatan usaha itu menyerap tenaga kerja warga sekitar. Paradigma ini yang kita bangun di Bandung Barat,” ujar ayah dari Sabrina Aura dan Keysha Mahardiana.

Disinggung soal heboh oknum ormas kota Bekasi yang diduga maksa minta pengelolaan parkir, Windrya menilai kasus itu harus dilihat secara utuh.

” Harus dilihat apakah betul resmi ada penugasan dari Dispenda setempat. Dan apa pemicunya. Cuma jangan bersikap arogan apalagi main tekan. Kuncinya tadi harus diubah paradigmanya,” ucap dia.

Terkait hal tersebut sebelumnya Mendagri Tito Karnavian menghimbau agar Kepala Daerah melakukan penertiban pengelolaan perparkiran.

Penyataan tersebut muncul ketika persoalan penarikan parkir yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Bekasi ramai diberitakan. (sas)

Berita Terbaru