Program Yang Dikerjakan Selama Di Desa..!
Dalam sambutannya yang penuh inspirasi, Bupati Wahyu Ferdian menekankan bahwa esensi dari KKN bukan semata-mata pada aktivitas atau program yang dikerjakan selama di desa.
Lebih dari itu, ia berharap para mahasiswa dapat meninggalkan warisan positif yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setelah mereka kembali ke kampus.
“KKN bukan soal apa yang kita kerjakan, tapi tentang apa yang kita tinggalkan setelah kita kembali,” tegas Bupati Wahyu di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen pembimbing.
Ia berharap pengabdian singkat ini menjadi pengalaman besar yang berharga, serta menjadi pelajaran akademik yang mendalam.
“Jadilah mahasiswa yang cerdas, rendah hati, dan besar hati dalam mengabdi,” pesan Bupati, mengingatkan pentingnya sikap adaptif dan solutif dalam menghadapi tantangan di lapangan.
Bupati juga menyoroti urgensi kehadiran mahasiswa sebagai katalisator pembangunan desa melalui pendekatan akademik, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Desa-desa di Cianjur perlu sentuhan inovasi. Mahasiswa harus hadir membawa solusi, bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan tokoh masyarakat dan aparat desa, serta perlunya menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat setempat. Tak lupa, mahasiswa diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater Unsur.
Sementara itu, Rektor Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Dwidja Priyatno, menjelaskan bahwa KKN merupakan jadwal akademik wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa Unsur Cianjur.



