oleh

AIR BERSIH DI TIMAMPU HINGGA SEKARANG TIDAK BERFUNGSI DAN DUGAAN TIDAK LAYAK DI KONSUMSI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INFONAWACITA.or.id LUTIM-Program yang dibangun oleh PT Vale Tbk pengembangan Jaringan Air Bersih di Timampu mangkrak sejak dibangun pada tahun 2012. Jum’at (14/05/2021)

Dimana di tahun 2012, PT Vale melalui sub kontraktor nya membangun jaringan air bersih di pemukiman warga di Kec.Towuti

Tetapi saat ini, jaringan tersebut tidak pernah dialiri air pasca dibangun, dan terlihat beberapa material seperti pipa dan lain-lain sudah mulai berkarat, jelasnya lagi.

Aliansi BPAN Sulsel Meninjau dari dekat lokasi pengadaan Air Bersih kaget terkait Intake tersebut di dampingi oleh Ketua JKM Lingkar Tambang Indonesia Hamrullah Cs dan para pengurus Kelembagaan mengatakan “bahwa terkait dengan sarana Air Bersih yang dibangun oleh pihak perusahaan yang bergerak di bidang tambang tersebut,seharusnya standarisasi Air Bersih itu harus uji kelayakan dan kami menduga bahwa proyek Air Bersih yang di Sub Kontraktorkan tersebut,menurut kami tidak sesuai dengan standarisasi Kesehatan terkait dengan Air Bersih,”Tegas Rudi salah satu pengurus JKM Lingkar Tambang Indonesia ke Media Infonawacita.or.id

Saat di konfirmasi salah satu karyawan PT.Vale Indonesia Tbk mengatakan kepada awak media Infonawacita ,”maaf saya tidak memahami tentang hal tersebut, sepertinya tim environment ya pak Sejauh yang kami tahu lokasi nya tidak di area tambang pak, mungkin sekiranya yg kita maksudkan area lain”.bebernya ke media melalui percakapan WhatsApp sore kemarin,Kamis (13/05/2021).

Di tempat yang sama pula saat di tanyakan mengenai Anggaran bantuan dari PT.Vale tersebut mengatakan bahwa selama   jaringan perpipaan air bersih yang dibangun PT Vale, hingga sekarang  kondisinya berkarat dan tidak ada air bersih mengalir.tegas

Kata Ullah Ketua JKM Lingkar Tambang Indonesia seharusnya pihak PT.Vale harus transparansi mengenai hasil Laboratorium Air Bersih tersebut ke Pemerintah setempat atau di masyarakat,agar sebelum digunakan bisa aman untuk dipakai masyarakat yang disekitar situ.

Hasil kajian standar Kesehatan WHO Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemaroleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air manusia, hewan dan tanaman tidak akan dapat hidup.Tutur Hamrullah dengan menjelaskan metode logika tentang Air Bersih kepada media INFONAWACITA.or.id

Lanjut Ulla sapaan akrabnya, menurut keterangan dari pihak PT Vale saat itu bahwa kegiatan tersebut menelan anggaran yang cukup besar puluhan Milyar diduga hanya dikerjakan tidak sesuai standar kesehatan untuk air bersih.

“Yang lucunya sampai saat ini kami belum tahu siapa pengelolanya, dan dimana sekretariatnya sebagai tempat pengaduan dan pelayanan masyarakat,” terangnya.

Dengan kondisi seperti ini, terpaksa masyarakat Kecamatan Towuti khususnya di delapan Desa harus menggunakan air bersih yang bersumber dari sumur bor. Dan hal ini PT Vale harus bertanggung jawab,Ujarnya.

Di tempat lain saat di hubungi via tlp Kepala Desa Timampu  membenarkan apa yang selama ini yang jadi keluhan masyarakat Desa Timampu Samsul,S.AN terkait dengan hal tersebut pernah di mediasi pertemuan dengan pihak PT.Vale dan pihak perusahaan juga pernah berjanji di hadapan Dinas Cipta Karya PUPR,Pemdes Timampu akan membenahi jaringan perpipaan untuk memperbaiki,akantetapi hingga saat ini “Janji itu tinggal janji saja”dan kami selaku pihak Pemdes meminta untuk segera membenahi jika itu tidak terealisasi kami tidak bertanggungjawab jika masyarakat kami akan turun ke jalanan (Demo) untuk menuntut janji yang sudah lama mereka ucapkan di depan Pemkab melalui Dinas PUPR Bidang Cipta Karya,tegas kepada media INFONAWACITA.or.id(Ok)

Berita Terbaru