oleh

Aktivis Pemerhati NGO Sulsel “Minta Aset SB Diselidiki Lembaga KPK”

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
INFONAWACITA.or.id MAKASSAR-Aktifis Pemerhati NGO Sulsel Asdar Akbar  mengatakan bahwa KPK harus melacak dan menyelidiki Aset SB. Sabtu(3/04/2021)
Lanjut” Asdar Akbar yang juga di panggil dengan sebutan (JenLap),mengatakan bahkan semua staf khusus, para pengawal boleh diperiksa, mereka telah membangun sekat-sekat menyulitkan rakyat, relawan pejuang, aktifis LSM, wartawan, bahkan kadis kesulitan bertemu NA. Dia bangun sistem karena ada rencana buruk yg kini telah dibongkar KPK.pungkasnya
“Menurut Asdar hebat, Staf khusus, para pengawal hanya numpang kewibawaan untuk menikmati fasilitas. Namun, ketika NA ditangkap tanpa surat para staf khusus dan pengawal tak berkutik. Padahal, NA itu simbol Negara, Rujab itu adalah rumah negara. Bila benar NA diambil tanpa surat maka, semua yang ada dirujab harusnya melawan tegakkan hukum, itulah gunanya Pengamanan dan Staf Khusus yang menjaga simbol Negara. Mereka hanya bisa kasar kepada relawan, LSM, wartawan tapi gagal menjaga NA.”tegasnya ke media INFONAWACITA.or.id saat di TLP via WhatsApp tadi malam.
Lanjut”Seharusnya oknum SB tersebut dijadikan tersangka dan dipecat karena telah memalukan institusi POLRI. SB mestinya mencegah tapi justru ikut jadi perantara uang milyaran dan itu berulang kali dilakukan. Saya menilai, semua orang-orang NA gagal menjaga dan tidak mengingatkan.
Bahkan, SB tidak  punya naluri intelijen. Sudah dipantau KPK masih belum sadar dan mengingatkan pimpinan. Demikian pula Kadis, biro pembangunan dst harus diperiksa. Ada skenario yg saat ini terus diselidiki KPK, mulai staf khusus, pengawal dan bahkan keluarga bisa terseret. Dilingkaran NA gagal memberikan pendidikan yg baik kepada rakyat. Pantaslah mereka-mereka tertutup tidak komunikatif. Andai NA bebaspun, kita sudah malu dgn keadaan seperti ini. Dan bila NA tidak bebas, maka semua yang ada lingkaran NA harus bertanggungjawab kepada rakyat.Ungkap Asdar Akbar
Mereka baik tapi lupa diri. Diatas langit masih ada langit. Jangan zalimi relawan pejuang. Jangan direndahkan aktifis LSM, ormas, jurnalist. Kita juga hidup dengan cara kita  sendiri. Ini SulSel, kolamnya dalam, bukan kolamnya kecil seperti mengelola Bantaeng. SulSel ini lapangannya besar dan pemainnya kelas Barselona. Sehingga, tidak boleh dikelola secara amatiran,tuturnya dengan kalimat perumpaannya ke media.
Kelas lokal tak mampu bermain dikolam yang dalam. Pemain lokal tak bisa imbangi permainan bola sekelas Barselona. Mereka ramai-ramai (Cari Muka) CM dan buat Asal Buat Senang (ABS). Akhirnya, mereka terpeleset dalam kuburan yang dia buat sendiri. SIAPA YANG MENABUR DIA YANG MENUAI. Siapa yang ZALIMI relawan pejuang, aktifis LSM, ormas, Dan jurnalist, pasti TUHAN membalasnya dengan kalimat peribahasa yang dibahasakan Asdar Akbar.
Harapan dan ketegasan Aktifis Pemerhati NGO Sulsel meminta KPK harus melakukan pemeriksaan harta kekayaan para pejabat tersebut agar dapat mengetahui kebenaran, keberadaan, dan kewajaran laporan hartanya.
Karena LHKPN merupakan wujud komitmen Penyelengara Negara yang berintegritas, Hal ini sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Pasal 5 angka 2 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme bahwa setiap Penyelenggara Negara berkewajiban untuk bersedia diperiksa kekayaanya sebelum, selama, dan setelah menjabat,” Tutup Asdar Akbar selaku Pemerhati di Sulawesi Selatan  diakhir konfirmasi ke awak media Infonawacita.or.id(OK)
Penulis:(AK)

Komentar

Berita Terbaru