Kendala Teknis dan Harapan Perbaikan
Meski demikian, Asep mengakui masih terdapat kendala teknis, terutama terkait data kependudukan yang belum terintegrasi secara online, yang berdampak pada proses input data pasien dalam sistem BPJS Pemda.
“Masih ada warga dengan KTP yang belum online, sehingga menjadi hambatan dalam pendaftaran. Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan bersama dengan pihak Disdukcapil dan kecamatan,” tambahnya.
Fasilitas dan Sumber Daya Siap Melayani
Puskesmas Sukanagara saat ini memiliki sekitar 70 tenaga medis dan non-medis, termasuk 6 dokter umum, tenaga perawat, bidan, petugas laboratorium, dan dokter gigi. Fasilitas pelayanan juga dilengkapi dengan UGD 24 jam, alat kesehatan dasar, dan ruang rawat inap.
Meski bangunan puskesmas sudah berusia lebih dari dua dekade, sebagian besar sudah mengalami perbaikan. Namun, Asep berharap perhatian lebih diberikan untuk beberapa bagian bangunan yang masih membutuhkan renovasi, terutama saat musim hujan.
Menuju “Cianjur Sehat untuk Semua”
Melalui pelaksanaan UHC, pemerintah berharap masyarakat Cianjur dapat berobat tanpa terkendala biaya dan administrasi. Sosialisasi pun akan terus digencarkan agar seluruh lapisan masyarakat memahami kemudahan akses layanan kesehatan ini.
“Kami berharap dengan UHC ini masyarakat bisa berobat cukup dengan membawa KTP yang aktif secara online. Sosialisasi harus diperkuat bersama camat dan kepala desa,” tutup Asep Ruswandi.
Rakor ini menjadi langkah nyata menuju “Cianjur Sehat untuk Semua”, sejalan dengan visi Bupati Wahyu Ferdian dalam mewujudkan pelayanan publik yang merata, adil, dan berkeadilan sosial.(dkh/rik)



