oleh

Bupati Cianjur Sidak Pasar Induk

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BEBERAPA pedagang di Pasar Induk Cianjur, Jawa Barat, bergegas menghampiri Bupati Cianjur Herman Suherman dan unsur Forkopimda di sela kegiatan sidak.

Pemantauan harga dan stok menghadapi Idul adha 1442 Hijriah, Kamis (15/7). Beberapa orang di antara pedagang memelas meminta agar Pemkab Cianjur meninjau ulang aturan penerapan PPKM darurat yang dirasakan mereka memberatkan karena tak bisa berjualan.

Seperti yang dilontarkan Rizki, pedagang kerudung di Pasar Induk Cianjur. Sambil meneteskan air mata, Rizki meminta Herman sedikit melonggarkan waktu bagi pedagang nonsembako untuk berjualan.

Herman Dengarkan Keluhkan Pedagang Pasar Induk di Tengah Kondisi Covid-19

“Saya punya anak dan istri yang harus dikasih makan. Belum lagi mengurusi ibu. Saya butuh biaya. Saya hanya minta diberikan waktu berjualan seperti pedagang kelontong (sembako). Saya harus bagaimana pak haji? Kasihan kami pak haji,” kata Rizki di hadapan Herman Suherman.

Sementara itu Herman menjelaskan aturan penerapan PPKM darurat itu merupakan kebijakan pemerintah pusat, bukan berada di tangan pemerintah daerah. Namun Herman berharap PPKM darurat bisa selesai sesuai waktu yang ditetapkan pada 20 Juli.

“Pada 20 Juli kasus covid-19 turun, Cianjur bagus, sehingga tidak ada lagi PPKM darurat. Harapannya seperti itu,” terang Herman kepada wartawan seusai sidak, Kamis (15/7).

Agar tidak ada perpanjangan, Herman mengingatkan masyarakat agar terus disiplin menjalani berbagai aturan yang ditetapkan pemerintah selama berjalannya PPKM darurat. Herman mengaku miris melihat kondisi para pedagang yang tak bisa berjualan akibat terdampak PPKM darurat.

“Kami juga tak tega. Tapi kalau kita lihat sekarang, di rumah sakit penuh. Oksigen tadi malam susah. Nah kita lihat kondisi itu,” beber Herman.

Herman meminta semua pihak, termasuk masyarakat, pedagang, pelaku usaha, dan lainnya memahami kondisi saat ini. Herman dan unsur Forkopimda lainnya pun memiliki tanggung jawab menjaga wilayah agar bisa menekan angka kasus baru.

“Kita juga sama. Saya, Forkopimda, diinstruksikan dari pusat dan provinsi dengan berbagai aturan. Jadi semua sama,” tegasnya.

Herman meminta masyarakat bersabar menjalani aturan PPKM darurat. Dengan bersabar, maka semua bisa dijalani dengan ikhlas.

“Mohon bersabar dulu. Kalau sudah selesai pada 20 Juli mudah-mudahan tidak diperpanjang. Sehingga aktivitas bisa seperti biasa, dan perekonomian pun bisa mulai bangkit dan pulih,” pungkasnya.(rls/jm/denni krisman)

News Feed