oleh

Diminta Tindak Tegas Pertamina Terkait Penjualan SPBU Ke Jerigen

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INFONAWACITA.or.id LUTIM –Persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Luwu Timur beberapa Minggu lalu di salah pemberitaan terkait dengan layanan pengisian Bahan Bakar Minyak berjenis Premium  yang terjadi di Tomoni saat sekarang ini meluas ke lokasi SPBU di Luwu Timur.Senin (14/06/2021).

Semenjak itu fungsi pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Aparat Penegak Hukum seakan tidak memberikan teguran yang tegas,terhadap para pelaku pengusaha BBM yang ada di sana.

Tidak lama selang waktu muncul perselisihan antara konsumen yang hendak mengisi bahan bakar minyak akantetapi karyawan SPBU lebih mengutamakan para pengecer bahan bakar minyak,Ungkap salah satu Anggota BPAN Sulsel yang memantau setiap SPBU yang ada di Luwu Timur kepada Awak media.

Baru beberapa Minggu yang lalu telah terjadi perseteruan antara oknum wartawan dengan Pengawas SPBU soal pelayanan yang tidak adil sehingga  berbuntut panjang.

Dalam hal ini Lembaga Aliansi Indonesi meminta dengan tegas agar persoalan ini yang hanya dijadikan pemandangan semata dan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perdagangan,Koperasi,dan Usaha Menengah beserta Aparat Penegak Hukum bertindak tegas.

Kami menduga kelangkaan BBM yang terjadi di SPBU ini ada bisnis BBM Ilegal antara pemilik SPBU dengan perusahaan tambang yang ada di Lutim.

” Saya sudah dapat info ada salah satu SPBU itu setiap hari dapat setoran 20 juta pembelian BBM untuk kebutuhan oprasional di salah satu Tambang di Lutim Ini saya sudah dapat infonya nanti di RDP kita buka benar atau tidak ini.

Selain itu ada juga SPBU yang diduga nakal bermain dengan pelangsir BBM. Para pelangsir ini tidak lain mereka yang membeli BBM menggunakan Jerigen. Info yang saya dapat harga normalnya di SPBU untuk Solar RP 5,150 di jual Ke Pelangsir seharga Rp. 5,350 per Litter.

Demikian juga dengan premium harga normal Rp. 6,450 di jual ke Pelangsir Rp. 6,650 ,Pertalite juga begitu naik Rp. 200 per liter nya.

Inilah yang mereka sebut uang Jeriken, dan keuntungan dengan menaikkan harga BBM inilah  yang menyebabkan  SPBU masih melayani Pembelian BBM menggunakan jerigen.

Kami menduga kelangkaan BBM yang terjadi di SPBU ini ada bisnis BBM Ilegal antara pemilik SPBU dengan perusahaan tambang yang ada di Lutim.

” Saya sudah dapat info ada salah satu SPBU itu setiap hari dapat setoran 20 juta pembelian BBM untuk kebutuhan oprasional di salah satu Tambang di Lutim Ini saya sudah dapat infonya nanti di RDP kita buka benar atau tidak ini.

Selain itu ada juga SPBU yang diduga nakal bermain dengan pelangsir BBM. Para pelangsir ini tidak lain mereka yang membeli BBM menggunakan Jerigen. Info yang saya dapat harga normalnya di SPBU untuk Solar RP 5,150 di jual Ke Pelangsir seharga Rp. 5,350 per Liter.

Demikian juga dengan premium harga normal Rp. 6,450 di jual ke Pelangsir Rp. 6,650 ,Pertalite juga begitu naik Rp. 200 per liter nya.

Inilah yang mereka sebut uang Jerigen, dan keuntungan dengan menaikkan harga BBM inilah  yang menyebabkan  SPBU masih melayani Pembelian BBM menggunakan jerigen.

Harapan kami kepada pimpinan pihak Pertamina untuk menegur dengan tegas oknum-oknum pengusaha SPBU yang nakal.(ok)

News Feed