Kabid GTK Disdikpora Cianjur : Bupati Herman Siap Realisasikan Beasiswa Bagi Pelajar Korban Gempa Bumi

Spread the love

CIANJUR – Sedikitnya 176 orang kepala sekolah (KS) tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP yang terdampak bencana gempa bumi.

mengikuti pembinaan peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM), yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)

Kabupaten Cianjur di Gedung PGRI Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Selasa (3/1/2023).

Para kepala sekolah (KS) tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP yang terdampak gempa bumi tersebut,

di intruksikan untuk segera mendata jumlah peserta anak didik yang statusnya yatim piatu karena orangtuanya jadi korban gempa.

Data itu nantinya diperlukan untuk mengalokasikan anggaran beasiswa. Pembinaan IPM ini, dianggap penting karena mulai 9 Januari akan dimulai kembali proses pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kabupaten Cianjur Akib Ibrahim melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Kabupaten Cianjur.

Wawan Sutiawan, menegaskan rencana pemberian beasiswa diungkapkan Bupati Cianjur Herman Suherman saat menghadiri pembinaan dan silaturahmi dengan para kepala sekolah di Gedung PGRI Kecamatan Cilaku.

Menurutnya, rencana pemberian beasiswa merupakan bentuk kepedulian dari Pemkab Cianjur bagi peserta didik yang ditinggal orangtuanya akibat dampak gempa.

“Pak bupati berkomitmen membantu siswa-siswa yatim piatu yang ditinggal orangtuanya yang meninggal dunia karena gempa,” kata Wawan, kepada wartawan usai pembinaan IPM.

Untuk menyikapi komitmen tersebut, lanjut Wawan, para kepala sekolah segera melakukan pendataan.

Namun untuk besaran beasiswa yang akan diterima setiap peserta didik yatim piatu, kata Wawan, belum disampaikan secara detail.

“Tetapi memang pak bupati sangat memperhatikan terhadap warganya, terutama dari keluarga besar pendidikan yang terkena musibah. Selain untuk peningkatan IPM, pada kegiatan itu pak bupati ingin bersilaturahmi dengan para kepala sekolah yang bangunan sekolahnya terdampak gempa,” terangnya.

Dia mengatakan dari sejak pascagempa, proses pembelajaran perlu terus dipulihkan agar Kabupaten Cianjur bisa segera bangkit. Mengingat proses pembelajaran akan segera dimulai pekan depan, para kepala sekolah diingatkan masih berpotensinya penyebaran covid-19.

“Walaupun (PPKM) sudah dicabut, tapi kita tidak boleh lengah. Harus tetap waspada serta menerapkan prokes agar terhindar dari covid-19,” ujarnya.

Wawan menyebutkan pihak Pemkab, akan terus fokus mengembalikan kondisi sektor pendidikan seperti sediakala. Karena itu Disdikpora diinstruksikan mengawasi atau memantau berkaitan dengan dimulainya kembali pembelajaran.

“Untuk kegiatan belajarnya mungkin bisa dilaksanakan dengan beberapa cara. Bisa dengan daring, kemudian juga bisa dengan luring. Itu dimungkinkan karena pada masa pandemi covid-19 kita sudah terbiasa melaksanakan pembelajaran secara daring,” tegasnya.

Apapun skema pembelajarannya, kata Wawan, selama memungkinkan dipersilakan. Terpenting, tidak ada siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran.

“Untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki tenda karena bangunannya rusak atau sedang diperbaiki, segera didata kemudian diusulkan. Minimalnya ketika pembelajaran dilakukan secara daring dan luring, maka pembelajaran luringnya bisa dilakukan di tenda,” pungkasnya. (Denni Krisman)