Tantangan Zaman Menuntut Inovasi dan Kolaborasi
Ia menekankan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks seiring perkembangan zaman dan dinamika sosial yang terus berubah. Oleh karena itu, dibutuhkan semangat kebersamaan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor agar Kementerian Agama tetap relevan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” menurut Ramlan, menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang produktif dan berdaya dorong bagi kemajuan nasional.
Peran Strategis Kementerian Agama dalam Bangsa Majemuk
Dalam sambutan Menteri Agama yang disampaikan, ditegaskan pula bahwa sejak awal berdirinya, Kementerian Agama hadir sebagai kebutuhan nyata bangsa yang majemuk.
Lembaga ini memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan yang damai serta memastikan agama menjadi sumber nilai, solusi, dan kekuatan moral dalam pembangunan nasional.
Memasuki usia 80 tahun, Kementerian Agama terus memperluas peran, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga transformasi digital layanan keagamaan agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.



