Menurutnya, terdapat tiga kategori utama yang menjadi fokus penilaian, yakni regulasi, fikih zakat, dan wawasan kebangsaan.
“Kalau saya perhatikan, materi seleksi mencakup regulasi, fikih zakat, dan wawasan kebangsaan. Itu tiga kategori utama yang diuji,” jelasnya.
Akui Masih Banyak PR Besar
Dalam kesempatan itu, Tata secara terbuka mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan selama masa kepemimpinannya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penghimpunan zakat mal yang hingga kini dinilai masih jauh dari target maksimal.
“PR terbesar itu penghimpunan zakat mal. Saat ini baru sekitar 30 persen yang bisa terhimpun. Itu belum maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, Tata juga menyoroti penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang menurutnya masih perlu penguatan dan penataan.



