Pendampingan tersebut dinilai penting karena sebagian jemaah tergolong lanjut usia sehingga membutuhkan perhatian khusus.
Pelaksanaan haji tahun ini juga menghadirkan inovasi baru dengan digunakannya Mapolres Cianjur sebagai lokasi karantina sementara sekaligus titik keberangkatan jemaah.
Fasilitas tersebut menggantikan pola sebelumnya yang berpusat di kantor kementerian terkait.
Inovasi itu merupakan gagasan Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi yang menyediakan tempat istirahat sementara bagi jemaah lengkap dengan tempat tidur, perlengkapan mandi, hingga pengamanan.
“Ini bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Kami ingin jemaah berangkat dengan nyaman, aman, dan tenang,” ungkap Kapolres.
Selain fasilitas penginapan sementara, jemaah juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, pengamanan perjalanan hingga pendampingan menuju embarkasi.
Kasubag Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur, Emma Siti Fatimah, menjelaskan calon jemaah haji diwajibkan masuk area Mapolres sejak Sabtu sebelum keberangkatan agar seluruh proses administrasi dan pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal.



