oleh

Orang nomor 1 Luwu Timur hadiri Resespi Penobatan Sulinggih di Pura Amertha Sari

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
ACARA Resepsi Penobatan Sulinggih di Pura Amertha Dari yang berlangsung kemarin dihadiri oleh Wakil Bupati Luwu Timur,acara keagamaan  merupakan acara Sakral yang dilakukan oleh Umat Hindu di Malili,Sabtu (3/04/2021).
Kehadiran H.Budiman dalam acara tersebut sangat di nantikan,betapa tidak Luwu Timur adalah salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan yang mempunyai kearifan lokal beraneka ragam agama,suku,dan ras hingga sekarang Luwu Timur itu kerap masyarakat luar daerah menyebut Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Sulawesi Selatan,karena adanya keanekaragamannya,ungkap media Infonawacita.or.id
Dalam acara tersebut
Wakil Bupati Luwu Timur H. Budiman dengan di dampingi Anggota DPRD Luwu Timur, Camat Angkona, dan Kepala Desa menghadiri Acara Ngelinggihang Weda dan Resepsi Sulinggih yang di laksanakan di Wantilan Pura Agung Amertha Sari Desa Taripa, Kecamatan Angkona, acara berlangsung kemarin hari Jumat (02/04/2021).
Wabup Budiman Mengucapkan Selamat atas penobatan Pandita atau Sulinggih yang telah melaksanakan penyucian diri tahap lanjut atau Madiksa. Menurutnya semakin banyak Pandita atau Sulinggih di kalangan umat Hindu tentu di harapkan dapat berperan aktif memberikan pencerahan dan tuntunan kepada umat hindu dalam menjalankan swadharma di dunia ini.
Budiman juga menyampaikan permohonan maaf karena acara Ngelinggihang Weda dan Resepsi Sulinggih ini mesti dilakukan secara sederhana dan harus tetap mematuhi protokol kesehatan. “kita semua tentu berharap resepsi sulinggih ini tidak menjadi salah satu sentra penyebaran virus covid-19” jelasnya ke media Infonawacita.or.id
Lanjut”Budiman, pelaksanaan ibadah Umat Hindu sarat dengan upacara dan ritual yang tentunya memerlukan peran seorang Wiku atau Sulinggih untuk memimpin upacara keagamaan. “sebagai orang suci yang bergelar sulinggih tentu akan mempunyai wewenang luas dan lengkap dalam pelaksanaan dan menyelesaikan beberapa upacara yadya, termasuk memberikan tuntunan dan pengetahuan dalam memaknai setiap upacara yadya untuk membawa umat hindu agar semakin kuat memahami ajaran agamanya” tambahnya.
Dalam konteks bermasyarakat, kata Budiman, peran para Pandita atau Sulinggih juga sangat diharapkan untuk menjaga harmonisasi, toleransi dan kebersamaan di kalangan masyarakat Luwu Timur yang sangat majemuk.
“keberhasilan pembangunan hanya akan terwujud dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, dengan bersatu padu dan dilandasi semangat kebersamaan sesulit apapun permasalahan akan menjadi ringan dan jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan pemerintah daerah niscaya apapun yang masyarakat butuhkan pasti terealisasi, kuncinya adalah kebersamaan” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Budiman mengatakan melalui momentum Ngelinggihang Weda dan Resepsi Sulinggih hari ini, mari kita tingkatkan kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang merupakan perwujudan dari Dharma Santi Umat Hindu dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan di Bumi Batara Guru. (*)
Penulis:(Ai/HMS)

Komentar

Berita Terbaru