Meningkatkan Status Gizi anak.
​Kegiatan juga dilengkapi dengan makan gizi bersama, yang didukung penuh oleh TNI AL (Ladokgi, Lantamal, Yon Bekpal Marinir dan Yonkes Batalayon Kesehatan)
Kolaborasi lintas sektoral ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan status gizi anak-anak Cianjur.
Berbagai permainan edukatif turut memeriahkan suasana, didukung oleh hampir seluruh OPD di Kabupaten Cianjur.
​Untuk layanan kesehatan gigi yang lebih komprehensif, disiapkan pula empat unit dental van dan “cleano mobile” dari berbagai pihak seperti Indosat, Unilever, Cleano, dan Ladokgi
Mobil-mobil kesehatan gigi ini melayani pencabutan, penambalan, dan pengobatan gigi, memberikan akses mudah bagi anak-anak yang membutuhkan perawatan.
​Partisipasi RSUD Sayang dalam kegiatan ini melibatkan jumlah tenaga medis yang signifikan.
“Untuk tim sunat saja, hampir 45 orang terlibat, termasuk dokter dan perawat. Ditambah apoteker dan lebih dari 100 dokter gigi dari Kabupaten Cianjur, PDGI Cianjur, serta dokter gigi dari TNI AL, totalnya mungkin lebih dari 200 tenaga medis,” terang drg. Sarbini.
Rumah sakit lain seperti RSUD Cimacan, RS Edelweis, dan RS Pagelaran juga turut bergabung, menunjukkan sinergi antar fasilitas kesehatan di Cianjur.
​Meskipun antusiasme masyarakat sangat tinggi, drg. Sarbini tidak menampik adanya kendala.
“Kendala pasti ada, terutama keterbatasan sumber daya baik logistik maupun tenaga. Namun, kami berupaya melayani semua yang hadir. Seperti kuota khitanan yang awalnya maksimal 50, namun yang hadir lebih, tetap kami tangani,” tegasnya.



