“Doa dan harapan kami, semoga STQH ini menjadi wasilah (perantara) lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca dan menghafal, tetapi juga mampu mengimplementasikan ajaran suci dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Menurut Yudi, pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga kemajuan akhlak dan spiritualitas warganya. Karena itu, ia berharap peserta STQH dapat menjadi pelopor moralitas dan membawa pengaruh positif bagi masyarakat.
Cabang Lomba dan Tahap Seleksi Awal
STQH IX Tahun 2025 menghadirkan berbagai cabang lomba, di antaranya, Tilawah Al-Qur’an. Hifzh Al-Qur’an (Hafalan), Hifzh dan Tafsir Hadits.
Kegiatan ini menjadi tahap seleksi awal sebelum perwakilan terbaik dikirim untuk bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat.



