oleh

Sia-sia Program TA.2018 Pengadaan Sambungan Air Di Desa Matompi Tidak Bermanfaat

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INFONAWACITA.or.id LUTIM Pengadaan Sambungan Rumah yang bersumber dari Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) TA.2018,yang di kerjakan oleh pihak ketiga diduga hingga sekarang belum bisa dinikmati oleh masyarakat Desa Matompi Kec.Towuti Kab.Luwu Timur.Senin (12/07/2021)

Saat melakukan investigasi dari hasil laporan beberapa warga dan salah satu Kelembagaan Adat yang di terletak di Desa Matompi,bahwa program yang dilaksanakan tersebut diduga ada salah perencanaan.

Salah satu pengurus JKM Lingkar Tambang yang berada di Desa Matompi Kec.Towuti Hamrullah saat di hubungi via sambungan TLP WhatsApp mengatakan program tersebut seharusnya bisa dirasakan oleh masyarakat,sebabnya program berkaitan dengan layanan air bersih kebutuhan dasar manusia dalam hal ini dan seakan-akan ini hanya di jadikan ladang untuk mencari keuntungan yang banyak,Tegas Ullah nama panggilannya.

Lanjut” Ullah juga mengatakan berkaitan dengan meteran air itu,seharusnya dibuatkan semacam beton,sehingga pipa meteran tersebut bisa tegak lurus bukan asal memasang meteran air tersebut,Pungkas Ullah kepada Awak media Infonawacita.or.id.

Menurut”Ullah bahwa anggaran yang cukup besar tersebut layak diduga ada MarkUp dalam proyek tersebut dan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini harus serius menangani persoalan ini dengan tuntas jangan ada terkesan lain.”tutur Ullah seorang Aktivis Masyarakat Adat tersebut.Jadi terkesan bahwa kami menduga ada unsur dugaan penyelewengan keuangan negara yang tertuang di Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ullah juga menyebut dalam proses perencanaan kegiatan tersebut menelan per satu paketnya 1 SR menelan anggaran Rp 1.800.000/unit,dengan nilai sekitar kurang lebih Rp.900.000.000,-Ungkap Kabid Cipta Karya PUPR Lutim.

Dan pada waktu perencanaan APBD  di tahun 2018 dan realisasinya dikerjakan pada tahun 2019,saya waktu itu belum menduduki jabatan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR dan pada saat program berjalan.Ungkap Heri saat di konfirmasi untuk menanggapi terkait laporan.

” tidak berani tanda tangan sebelum di benahi kembali meteran air itu”.

“Jangan sampai saya di kejar-kejar oleh masyarakat dan ujung-ujungnya terkena juga.”

Dengan hasil percakapan Ullah dengan Oknum Perangkat Desa tersebut,jadi kami dari JKM Lingkar Tambang menyampaikan hal tersebut kepada awak media INFONAWACITA.or.id dan agar kiranya APH mengusut tuntas Kasus Proyek Pemasangan Sambungan Air yang berada di Desa Matompi tegasnya dengan media Infonawacita.or.id.                                                                                                                                                      Semenjak setelah di konfirmasi oleh awak media pihak Dinas Cipta Karya Luwu Timur,tapi hingga sekarang belum dapat memberikan tanggapan terkait dengan laporan,sehingga berita ini diturutkan terkesan tidak mempunyai itikat baik dan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas dalam ini jangan terkesan sesuatu.(ok)

News Feed