oleh

Tanggapan:Komisi ll DPRD Dan Ketua IKMIL Hariadi Terkait Harga Jual Gabah Murah di Petani

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INFONAWACITA.or.id LUWU-Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi ll Ibrahim Nuhung dari Fraksi P3 mengatakan bahwa  hasil panen raya petani di Kabupaten Luwu harus terserap maksimal mengingat banyak kebutuhan petani hari ini apalagi masih ditengah pandemi Covid. Selasa (18/05/2021).

Komisi ll DPRD Kab.Luwu melakukan kunjungan ke Bulog Prov.Sulawesi Selatan dan menyampaikan apa yang jadi permasalahan sampai harga gabah anjlok di tingkat petani,karena ketersediaan sarana penampungan gabah di Bulog yang seharusnya di Bulog Luwu bisa dapat menyerap gabah petani  dan bisa menstabilkan harga gabah diperani,kasihan petani harga gabah murah Dimasa pandemi pemulihan ekonomi,Pungkas Ibrahim.

Disisi lain yang membeli gabah petani menggunakan sistem kredit sehingga jika tidak terserap maksimal oleh Bulog maka akan berdampak pada kerugian bagi para petani.

“Kita harap agar fasilitas Gudang Bulog ini dimaksimalkan sehingga penyerapan hasil panen petani bisa maksimal, disamping itu, Bulog telah melakukan penyerapan tetapi pelemparan atau pemasarannya minim, sehingga kita harapkan adanya keikutsertaan Pemerintah Daerah jangan hanya berpangku tangan, bantu Bulog, penyerapan beras Bulog bisa melalui program sosial seperti Program Sembako, serta kebijakan agar ASN berbelanja beras di Bulog,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Bulog, Lisnawati dalam kesempatan tersebut, terkait optimaliasi Gudang Bulog di Balo-balo akan disampaikan ke kantor wilayah terlebih dahulu.

“Saya baru laporkan hari ini ke kantor Wilayah secara resmi dan menunggu respon dari wilayah,” ujarnya.

Ditempat lain awak media Infonawacita.or.id sempat menghubungi salah satu pengurus IKMIL mengatakan bahwa harga gabah di petani untuk tahun ini sangatlah turun dengan harga gabah/Kg Rp 3.500 itupun para tengkulak membelinya dengan sistem pinjam.

“Pada dasarnya saya yang merupakan anak petani dan besar dari hasil pertanian hingga dewasa ini sangat resah dengan kurangnya pasokan pupuk sampai kepada anjloknya harga hasil pertanian hingga setelah 1 Bulan penuh melalui Hari Raya Kemenangan,” jelasnya, Senin (17/05/2021).kemarin.

Menurutnya, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Luwu  belum mengeluarkan sikap dan solusi kongkrit dari permasalahan tersebut.

“Pemerintah hanya mampu menjastis 20 hingga 30 Tahun kedepan generasi sudah malu untuk bertani, tapi fakta yang hadir saat ini, Pemerintah hanya mampu memperlihatkan citra di hadapan petani dan itu hanya sebagai pencitraan,” lanjutnya ke awak media Infonawacita.or.id

“Nyatanya, sampai hari ini silahkan tanyakan langsung ke petani, bagaimana keresahan yang di rasakan para petani kita, dimulai dari Pupuk hingga hasil Panen,” tandas Hariandi.

Dalam hal ini, Hariandi menegaskan bahwa jika hal itu terus terjadi, maka ia akan mengajak para Petani terkhususnya di Luwu Timur untuk menyampaikan keresahan yang mereka alami.

“Sekali lagi jangan hanya mampu menuntut ke bawah, sementara ketika kami menuntut ke atas di anggap anarkis, banyak bicara dan lain sebagainya,” tutupnya dengan tegas.(ok)

Berita Terbaru