![]()
CIPANAS– Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cianjur ke-23 mencapai puncaknya hari ini dengan dilantiknya Yusup Riyadi, S.Pd., M.M. sebagai Ketua PGRI Kabupaten Cianjur masa bakti 2025-2030.
Pelantikan bersejarah ini dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat di Bukit Indah Hotel Puncak – Cipanas, Sabtu 21 Juni 2025 siang, menandai era baru kepemimpinan organisasi profesi guru terbesar di Cianjur.
Yusup Riyadi resmi menduduki kursi Ketua PGRI Cianjur setelah sebelumnya terpilih dalam proses pemilihan yang demokratis, meraih dukungan mayoritas anggota dengan mengumpulkan 493 suara.
Angka ini jauh mengungguli H. Jumati, M.Pd., yang berada di posisi kedua dengan 334 suara, menegaskan mandat kuat yang diberikan kepadanya oleh para guru.
Transisi Kepemimpinan dan Harapan Baru
Sukirman, Ketua PGRI Kabupaten Cianjur periode sebelumnya (2020-2025), menyampaikan apresiasinya atas kelancaran proses konferensi dan pemilihan ketua baru.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Konferensi PGRI Kabupaten Cianjur ke-23 berjalan lancar dan demokratis. Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Yusup Riyadi atas terpilihnya dan dilantiknya sebagai Ketua PGRI Cianjur periode 2025-2030. Semoga amanah ini dapat diemban dengan sebaik-baiknya demi kemajuan PGRI dan kesejahteraan guru di Cianjur,” ujar Sukirman.
Ia juga berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan baik dan membawa inovasi-inovasi baru.
Setelah resmi dilantik, Yusup Riyadi, S.Pd., M.M., Ketua PGRI Terpilih Kabupaten Cianjur Periode 2025-2030, menyampaikan keteranganya dengan penuh semangat, “Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Ini adalah amanah besar yang akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Yusup Riyadi.
Ia menekankan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang erat dengan seluruh elemen pendidikan di Cianjur.
“Visi kami ke depan adalah menjadikan PGRI sebagai organisasi yang lebih solid, profesional, dan relevan dengan tantangan zaman. Kami akan fokus pada peningkatan kompetensi guru, perlindungan profesi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder pendidikan lainnya,” jelas Yusup Riyadi.


