CIANJUR –Di balik semarak peluncuran Koperasi Merah Putih di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, tersimpan cerita tentang keresahan masyarakat desa terhadap jeratan ekonomi yang kian menyesakkan.
Banyak warga sebelumnya terjebak dalam pinjaman online (pinjol) dan praktik rentenir, yang justru memperdalam krisis keuangan rumah tangga.
Kini, melalui koperasi yang diluncurkan Minggu (19/7/2025), harapan baru mulai tumbuh.
“Ini bukan sekadar koperasi biasa. Ini adalah bentuk perlawanan kami terhadap ketergantungan pada utang berbunga tinggi,” kata Ketua Koperasi Merah Putih, Iwan Kurniawan, SH.
Ia menyebut banyak warga Maleber yang selama ini terpaksa meminjam dari pinjol karena kebutuhan mendesak, namun terjerat bunga tinggi dan penagihan tak manusiawi. Berangkat dari keprihatinan itulah, Koperasi Merah Putih dirancang menjadi solusi berbasis solidaritas dan gotong royong.
Bukan hanya soal simpan-pinjam, koperasi ini juga difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar sembako, pupuk, bibit ikan, hingga dukungan usaha kecil. Bahkan koperasi ini mulai menyusun langkah-langkah untuk ekspor produk lokal desa.
“Kami ingin warga punya akses permodalan yang adil, punya tempat belanja yang jujur, dan punya wadah usaha yang tak menyiksa,” tambah Iwan.
Peluncuran ini menjadi momen yang membuka mata banyak pihak, bahwa desa tak harus menunggu uluran tangan. Dengan kesadaran kolektif dan pengelolaan profesional, warga bisa menciptakan sistem ekonomi yang mandiri dan saling menguatkan.
Sekcam Karangtengah, Muhidin menyebut koperasi ini sebagai bentuk “perlawanan lembut” terhadap sistem ekonomi predator yang selama ini menyasar rakyat kecil.
“Warga sekarang lebih sadar. Mereka butuh sistem yang sehat dan koperasi ini jadi jalannya,” katanya.
Dukungan dari pemerintah pun mulai mengalir. Koperasi Merah Putih disebut sudah mendapat sinyal pendanaan hingga Rp3 miliar dari program pusat, yang akan dikelola sebagai pinjaman usaha produktif.
Melalui koperasi ini, Desa Maleber menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari kota. Justru dari desa kecil, semangat ekonomi gotong royong itu mulai bangkit kembali.(*)
Reporter | rik/dkh | Editor | Redaksi | infonawacita.or.id


