“Pemberdayaan harus dilakukan bertahap dan konsisten. Melalui pelatihan dan studi banding ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman pengelolaan usaha peternakan yang lebih terstruktur, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ungkapnya.
Teknologi Sederhana, Dampak Besar bagi Peternak
Narasumber pelatihan, Satriyo Ardi, S.Pt., menilai bahwa pemanfaatan teknologi sederhana seperti silase sangat relevan diterapkan peternak rakyat.
“Dengan manajemen pakan dan pemeliharaan yang tepat, peternakan rakyat dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sehingga mampu mandiri, berkelanjutan, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Program Berkelanjutan di Wilayah HPL Cianjur
Badan Bank Tanah menegaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat akan terus dilaksanakan secara bertahap di wilayah HPL Cianjur sebagai bagian dari strategi jangka menengah.
Program ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Reforma Agraria sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif yang berkelanjutan. (rls/dkh/Rik)



