Tercatat Sebagai Penerima Bantuan Pemerintah.
Herman (43), putra semata wayangnya, mengaku sudah lelah berharap. Selama hampir empat tahun terakhir, ibunya tidak pernah sekalipun tercatat sebagai penerima bantuan pemerintah. Ia bingung, marah, sekaligus kecewa.
“Saya bukan minta mewah, hanya ingin ibu saya punya sisa hidup yang lebih manusiawi. Bukan seperti ini. Setiap tahun ada Hari Jadi Kabupaten, ramai di mana-mana, tapi tak pernah sampai ke rumah kami,” ujar Herman dengan mata berkaca-kaca, Minggu (20/7/2025).
Yang lebih memilukan, berdasarkan keterangan Ketua RW setempat, Abu Samsah pernah terdata sebagai penerima bantuan. Tapi entah bagaimana, bantuan itu tak pernah sampai ke tangannya.
“Katanya sudah ada bantuannya, tapi saya juga tidak tahu kenapa tidak diterima. Bisa ditanyakan ke pihak yang lebih berwenang,” ucap Supar, Ketua RW Kampung Tegallega.
Kisah Abu Samsah hanyalah satu dari sekian banyak potret kemiskinan yang nyaris tak terlihat di balik euforia pembangunan. Ketika pemerintah sibuk merayakan ulang tahun daerah, ada warga yang bahkan untuk sekadar hidup pun harus berjuang sendirian.(*)
Reporter | rik | Editor | Redaksi | Infonawacita.or.id



