Fokus pada Inovasi Pertanian Berkelanjutan
Menurut Subuh Basarah, kegiatan Benchmarking berfokus pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam membangun desa modern yang berkelanjutan.
Para peserta mempelajari praktik inovatif dalam pertanian ramah lingkungan, teknologi pertanian berbasis sains, sistem irigasi hemat air, peternakan terintegrasi, hingga pemanfaatan limbah ternak sebagai energi dan pupuk organik.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kerja sama antara desa-desa di Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Kami belajar banyak hal tentang bagaimana Tiongkok mampu mengubah desa tertinggal menjadi desa modern melalui inovasi teknologi,” ujar Subuh, Jumat (7/11/2025).
Kunjungan ke Kota-Kota Pertanian Modern
Selain mendapatkan pembelajaran teoritis, para peserta juga melakukan kunjungan langsung ke beberapa kota penting, seperti Beijing, Weifang, Longkou, dan Penglai.
Di setiap kota, mereka meninjau pusat riset pertanian, pabrik pengolahan hasil tani, serta kawasan desa yang telah berhasil menerapkan sistem pertanian terpadu berbasis teknologi.



