Scroll untuk baca artikel
DaerahHomeReligi

Raker LPTQ Cianjur Lahirkan Visi Program Qur’ani 2025–2030, Siap Cetak Generasi Unggul

1283
×

Raker LPTQ Cianjur Lahirkan Visi Program Qur’ani 2025–2030, Siap Cetak Generasi Unggul

Sebarkan artikel ini
d0a9ed41-e378-4492-95c2-3e8c5e452d53
Spread the love

Pembinaan Qori-Qoriah

​Sejumlah poin penting menjadi pembahasan dalam Raker ini, di antaranya adalah evaluasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten, persiapan menghadapi ajang MTQ di tingkat yang lebih tinggi, serta penyusunan program pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, dan para mualim Al-Qur’an di seluruh wilayah Cianjur.

Selain itu, Raker juga membahas strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh LPTQ.

Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Ramzi menyampaikan harapan besar kepada seluruh jajaran LPTQ agar tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami berharap LPTQ dapat menjadi lokomotif utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai luhur di dalamnya,” ujar Ramzi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah siap mendukung setiap langkah strategis yang akan diambil oleh LPTQ.

​Raker ini bertujuan untuk memperkuat tradisi membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat Cianjur.

Kasi Bimas Islam Kemenag Cianjur, Shalahudin Al-Ayyubi, menegaskan bahwa LPTQ harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akarnya pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Ia mendorong LPTQ untuk melahirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pembinaan qari-qariah, pelatihan tilawah dan tahfidz intensif, serta penguatan akhlak Qur’ani di kalangan pemuda.

“Tujuan kita bukan hanya mencetak juara dalam lomba, melainkan melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi lingkungannya,” kata Shalahudin.