“Masalahnya bukan IGD-nya yang kurang, tapi rawat inapnya yang kurang. IGD itu seharusnya maksimal enam jam sudah masuk rawat inap. Ini pasien sampai berhari-hari karena kamar rawat inap penuh,” ujar Yayan, Selasa (10/12/2025).
RSUD saat ini hanya memiliki 467 tempat tidur, jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Yayan menjelaskan bahwa rumah sakit membutuhkan tambahan 100 hingga 200 tempat tidur untuk mengurai penumpukan pasien dan memastikan alur pelayanan berjalan normal.
“Penambahan tempat tidur sangat urgent. Jumlah yang ada saat ini jelas tidak cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ruang Transit Sementara Tidak Mampu Menampung Ledakan Pasien
Sebagai langkah cepat, RSUD telah membuka ruang transit sementara di area belakang IGD. Ruangan ini hanya menampung 10–15 tempat tidur, sehingga belum mampu menjawab tingginya kebutuhan pasien yang menunggu ruang rawat inap.



