Kesiapan Obat dan Dukungan Anggaran
Dari sisi obat-obatan, RSUD Sayang mendapat tambahan anggaran Rp5 miliar pada 2025 serta rencana tambahan Rp10 miliar pada 2026. Dukungan ini diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Koordinasi dengan Puskesmas dan Desa
RSUD Sayang mendorong pasien agar terlebih dahulu melalui Puskesmas sebelum dirujuk ke IGD. Upaya ini dilakukan untuk menyaring kasus yang bisa ditangani di tingkat layanan dasar.
“Kita sudah bicara dengan Dinkes dan akan ada pertemuan dengan Dinas Desa serta aliansi ambulans. Harapannya pasien dirujuk ke Puskesmas dulu, baru ke rumah sakit jika memang membutuhkan rujukan,” tutur Yusman.



