CIANJUR,— Di sudut sepi Kampung Tegallega, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, hidup seorang wanita renta bernama Abu Samsah.
Usianya telah melewati delapan dekade. Namun di masa senjanya, tak ada hangat pelukan keluarga, tak ada dukungan dari pemerintah. Yang ada hanya dinding reyot yang nyaris roboh, atap bocor yang tak mampu lagi menahan dinginnya malam.
Tak sekali dua kali, Abu Samsah hanya bisa menatap kosong langit-langit rumahnya yang bolong sambil menahan lapar. Sesekali tetangga datang membawa makanan—itulah satu-satunya harapan yang masih tersisa.



