BPI KPNPA RI: Reformasi Tidak Boleh Berhenti di Simbol
Jakarta — Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menegaskan bahwa reformasi Polri yang tengah digulirkan tidak boleh berhenti sebatas simbol atau seremoni. Ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka ruang masukan dari masyarakat sipil agar pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri tidak menjadi formalitas semata.
“Kalau reformasi ini cuma dijalankan setengah hati, itu artinya Polri hanya sedang memoles luka lama dengan cat baru. Yang dibutuhkan adalah pembongkaran sistem, bukan tambal sulam,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Lima Titik Paling Kotor yang Harus Dibersihkan
Rahmad menyebut ada lima sektor paling krusial yang harus dibenahi secara mendasar: Rekrutmen, Pendidikan, Karier, Mutasi-jabatan Dan Sistem penilaian kinerja
Menurutnya, sektor-sektor tersebut selama ini menjadi sumber masalah struktural dan belum pernah disentuh secara serius.



