CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan non-formal sebagai motor penggerak percepatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SKB dan PKBM se-Kabupaten Cianjur di Hotel Palace Cipanas, Jumat (13/02/2026).
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Bupati yang akrab disapa Dokter Wahyu itu memberikan apresiasi tinggi kepada para pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang selama ini menjadi garda terdepan melayani warga yang belum terjangkau pendidikan formal.
Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Sertifikat
Bupati menegaskan, tantangan pendidikan non-formal ke depan bukan lagi pada kuantitas lulusan, melainkan kualitas dan dampaknya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.



