Hingga awal Juli 2026, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Cabang Cianjur telah mencapai lebih dari 30 ribu ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Cianjur selama sekitar empat bulan ke depan.
Menurutnya, cadangan tersebut menjadi langkah antisipasi apabila musim kemarau menyebabkan penurunan hasil panen bahkan gagal panen di sejumlah daerah.
“Kalau nanti terjadi kekeringan sehingga panen berkurang atau gagal panen, kami sudah memiliki cadangan yang cukup. Masyarakat Cianjur dan Sukabumi tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras,” katanya.
SPHP Jadi Instrumen Pengendali Harga
Selain memperkuat stok, Bulog juga mengoptimalkan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.
Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga beras di tingkat konsumen, terutama ketika pasokan mulai menurun akibat terganggunya musim tanam maupun panen.
Azwar memastikan kualitas beras SPHP tetap terjaga karena berasal dari hasil panen petani di wilayah Cianjur dan Sukabumi yang telah melalui proses pengolahan sesuai standar Bulog.
Bantuan Pangan untuk 400 Ribu KPM
Strategi ketiga yang disiapkan Bulog adalah melanjutkan penyaluran bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).



