Pemeliharaan Gedung-Gedung PGRI.
Ketiga, PGRI memohon dukungan terkait perlindungan profesi dan bantuan hukum, serta menyampaikan terima kasih atas janji hibah sebesar Rp200 juta dan berharap ada dukungan berkelanjutan untuk pemeliharaan gedung-gedung PGRI di kecamatan.
​Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan PGRI demi menyukseskan visi misi Bupati.
“Kami siap berkolaborasi dan berkoordinasi terutama di setiap jenjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ruhli juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah bersepakat dengan PGRI untuk menjalankan program “orang tua asuh” bagi anak-anak yang terancam putus sekolah, sebagai upaya bersama menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di Cianjur.
​Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menanggapi secara langsung aspirasi yang disampaikan. Beliau menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama.
“Saya ingin program-program pendidikan kita ke depan tidak hanya menyelesaikan kewajiban rutin. Kita harus menjadi pemerintah dan guru yang memberikan solusi, inovasi, dan meningkatkan prestasi anak-anak kita,” tegas Bupati.
​Terkait aspirasi PGRI, Bupati Wahyu menjelaskan bahwa pengajuan P3K untuk guru dan tenaga kependidikan telah dan akan terus dilakukan.
“Cianjur sudah mengajukan semua. Kemarin 3.000, sekarang mau diajukan lagi 7.000 lebih. Kami benar-benar serius dalam melihat dunia pendidikan,” kata Bupati.
​Mengenai Permendiknas, Bupati menyatakan tidak akan menyerah begitu saja. “Saya akan bersurat dan memberikan pandangan-pandangan kita, terutama untuk Kabupaten Cianjur. Kita doakan bersama mudah-mudahan ada perubahan,” harapnya.
​Bupati juga menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dan pembentuk karakter, terutama di era disrupsi saat ini.
Beliau mengajak seluruh guru untuk menanamkan kembali niat mulia sebagai pendidik, karena setiap ilmu yang diberikan akan menjadi amal jariyah.
“Saya ingin saat kita semua nanti tua dan tidak berdaya, kita dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang saat ini dididik oleh Bapak/Ibu guru semua,” pungkasnya, mengakhiri pertemuan dengan penuh kehangatan. (dkh/Rik).



