Daerah-Daerah Yang Sulit Terjangkau..
​Bupati Wahyu Ferdian menekankan bahwa kehadiran penyuluh KB sangat krusial, terutama di daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh pihak lain.
“Di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh orang-orang lain, tapi penyuluh KB hadir di situ, hadir membimbing, terus juga mengedukasi pelan-pelan, luar biasa,” puji Bupati, menggambarkan dedikasi para penyuluh dalam memberikan bimbingan dan edukasi kepada masyarakat.
​Meluruskan Persepsi “Banyak Anak Banyak Rezeki” Salah satu tantangan terbesar yang disoroti Bupati adalah masih adanya persepsi keliru di masyarakat mengenai jumlah anak.
“Titip saja untuk masyarakat di Kabupaten Cianjur, memang banyak yang perlu diluruskan, karena masih banyak anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. Lalu rezeki dari Allah katanya, anak mah yang kasih rezeki oleh Allah. Memang betul, tapi memang harus diusahakan oleh ibu bapaknya,” tegasnya.
​Wahyu Ferdian lantas menekankan pentingnya keluarga berencana (KB) sebagai upaya untuk menghasilkan generasi yang berkualitas.
“Jadi direncanakan, keluarga berencana, bagaimana agar kemudian anak ini yang dihasilkan itu bisa jadi anak-anak berkualitas, sampai dia berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, sampai dia selesai kuliah, kita harapkan itu,” harap Bupati, menegaskan visi jauh ke depan dalam pembentukan keluarga.
Ia juga mengapresiasi contoh nyata dari seorang ibu yang langsung ber-KB setelah melahirkan, didukung oleh suaminya, sebagai teladan yang patut dicontoh. Edukasi Mendalam dan Inovasi Program KB.



