Facebook sebagai tempat untuk mempunyai Kenangan Pertemanan
Sebelum membuat suatu postingan, kita harus menelusuri terlebih dahulu tentang platform yang akan digunakan sesuai tujuan, misalnya ; Facebook sebagai tempat untuk yang mempunyai kenangan pertemanan,
Intasgram tempat untuk menyampaikan kegiatan berbasis foto atau poster, Twitter tempat orang kritis terhadap fenomena yang terjadi dengan anggota suka berdebat, TikTok tempat orang yang berjiwa humor berkumpul dan lain-lain.
Pada era digital ini kepiawaian membuat konten yang cerdas dan menghibur sangat dibutuhkan. Menyebarkan suatu pesan politik akan mudah ditangkap konstituen
bila diselingkan dengan cerita lucu atau jokes yang segar. Menyampaikan sebuah pesan yang kaku dan terlalu serius akan membuat netizen bosan untuk membaca maupun menyimaknya.
Kelebihan media sosial dalam berkampanye.
1. Media sosial memberikan kemudahan akses kepada calon pemilih, kandidat dapat berkomunikasi langsung dengan calon pemilih secara lebih mudah dan efektif dibandingkan dengan model kampanye tradisional dan kuno seperti brosur. Bahkan informasi cetak seperti tanda gambar besar (baliho) yang berlebihan di media televisi kini tak akan membuat pemilih tertarik.
Penggunaan media sosial dalam kampanye yang sedang berlangsung memungkinkan saling keterlibatan antara kandidat dan pemilih potensial melalui komunikasi dan percakapan (canvasing) yang dibuktikan dengan menyukai, berkomentar, dan berbagi pesan.
Hal ini sebagai bentuk timbal balik dimana media sosial menjadi ruang masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran yang membangun kepada setiap pemberi pesan juga.
Langkah tersebut dipandang lebih efektif dengan menjadikan sarana media sosial sebagai platform untuk mengeluarkan visi misi politik hingga topik terkait yang sedang hangat dibicarakan. Sehingga banyak pihak mendapat manfaat melalui kemudahan penggunaan ruang digital yang luar biasa.
2. Dikutip dari We Are Sosial, 2017, media sosial mudah untuk diakses, selain itu media sosial pun murah untuk dijangkau oleh para penggunanya dan saat ini sudajbmencapai 132 juta orang di Indonesia.
Walaupun tidak semua daerah dapat mengakses sosial media, jangkauan yang luas tersebut sepenuhnya dapat mengurangi biaya kampanye yang cukup mahal. Padahal platform sosial media seperti facebook, twitter, instagram, dan media media lainnya bisa didapat dengan biaya yang tidak mahal.
3. Hagar 2014; R. Sunstein 2017, media sosial memiliki outreach yang luas karena orang sangat mudah untuk membagikan konten atau informasi yang didapatkannya. Beberapa fitur bisa tiba-tiba melambung selayak perjumpaan konten di Tiktok. Namun demikian pesan kampannya dapat disesuaikan dengan kondisi demografis calon pemilih dengan mencari tahu bagaimana cara memasarkan konten agar pesan yang disampaikan lebih terukur dan juga tepat sasaran.
4. Politisi bisa mencari tahu apa saja kebutuhan rakyat. Setelah mendengar tentang keluhan dan pendapat rakyat yang disampaikan, selanjutnya politisi bisa mencari tahu kebutuhan paling penting yang harus segera diwujudkan.
Oleh sebab itu, politisi juga harus mampu menyelaraskan dan menyeimbangkan segala hal yang menjadi kewajibannya saat terpilih nanti. Sebab jejak digital itu memang kejam!.***


