Harusnya kata Ismail, jika kita benar-benar serius ingin mengembangkan atau membangun Luwu Bimtek semacam itu bagusnya diadakan di Luwu.
“Jika diadakan di Luwu berarti kita sudah ikut mengembangkan bisnis perhotelan atau rumah makan yang ada di Luwu dan secara tidak langsung para peserta itu sudah menyumbang PAD ke daerah” tuturnya.
Ismail Ishak juga menduga kegiatan ini merupakan lahan bisnis bagi pihak oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang besar karena kegiatan ini melibatkan lembaga pihak ketiga sebagai pelaksana.
“Bisa saja menjadi lahan bisnis, atau juga sebagai wadah foyah-foyah karena pelatihan ini anggarannya dibebankan ke Kepala Desa, dimana dananya diambil dari Dana Desa” ungkap Ismail.
Ismail juga menyinggung pelaksanaan Bimtek bagi perangkat desa yang saat ini berlangsung di Hotel Berbintang di Makassar para peserta dibebankan untuk membayar Rp 5.5 juta per orang dan dilaksanakan selama 4 hari.


