Scroll untuk baca artikel
HomePolitik

Jaga Bangsa dengan Moderasi Beragama, Kang Ace Ajak Kader Ansor Bandung Memilih Jalan Politik Kemaslahatan

1736
×

Jaga Bangsa dengan Moderasi Beragama, Kang Ace Ajak Kader Ansor Bandung Memilih Jalan Politik Kemaslahatan

Sebarkan artikel ini
Spread the love

Kang Ace Senantiasa Mengedepankan Amal Soleh

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat berpesan kepada kader-kader Ansor yang ingin terjun ke dunia politik untuk senantiasa mengedepankan amal soleh dan kemaslahatan umat.

“Bagi kita berpolitik itu memiliki tujuan besar untuk kemashlahatan umat. Karena itu politik tidak mungkin kita jauhi. Tetapi justru harus kita dekati. Tapi jangan semua berpolitik. Nanti siapa yang mengajar ngaji, siapa yang mengurus madrasah, siapa yang mengurus pesantren?. Tetap harus ada yang berperan di sana,” papar Kang Ace.

Kang Ace berdalih jangan sampai politik ditinggalkan. “Nanti kalau santri, Ansor meninggalkan politik, politik nanti diisi oleh orang yang tidak mengerti, diisi sama preman-preman,” sambung Kang Ace.

Dalam kesempatan itu Kang Ace sempat memaparkan ciri sikap moderat dalam beragama. Menurutnya moderasi beragama dapat ditunjukkan melalui sikap tawazun (berkeseimbangan), i’tidal (lurus dan tegas), tasamuh (toleransi), musawah (egaliter), syura (musyawarah), ishlah (reformasi), aulawiyah (mendahulukan yang prioritas) dan tathawwur wa ibtikar (dinamis dan inovatif).

“Menjaga NKRI kewajiban bagi kita. Tidak mungkin kita bisa mencapai maqashid syar’iyah kalau negara kita perang, tidak tertib dan tidak aman,” paparnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Ajam Mustajam, Anggota DPRD Provinsi Jabar, Ahmad Hidayat, Ketua DPRD Kab. Bandung, Sugianto serta Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kab. Bandung, Ahmad Fathoni.

Selanjutnya Kang Ace menjelaskan adanya enam ciri beragama secara moderat. Pertama, memahamai realitas. Kedua, memahami prioritas. Ketiga, memahami prinsip gradualitas (sunnatu at-tadarruj) dalam segala hal.

Kemudian yang keempat, memudahkan dalam beragama. Tidak ketat dan kaku. Kelima, mengedepankan dialog, mau mendengar argumen kelompok lain dan tidak menganggap semua yang berbeda dengan pendapatnya pasti salah. Keenam, bersikap terbuka dengan dunia luar dan toleran.

“Moderasi beragama adalah jalan keluar dari permasalahan kerukunan umat beragama adalah dengan moderasi beragama,” sambungnya.