“Setiap ada kesempatan kami akan terus turun langsung. Tidak hanya ke ojek kamtibmas, ke teman-teman media juga apabila sedang berkumpul kami ngobrol bersama. Ini salah satu cara kami mendekatkan diri kepada masyarakat,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat begitu tinggi. Undangan yang semula ditujukan kepada 50 perwakilan ojek online dan 50 anggota PMOC ternyata dihadiri peserta jauh melebihi kuota yang diperkirakan panitia.
Selain itu, sekitar 10 orang perwakilan komunitas towing Kabupaten Cianjur turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya situasi lalu lintas yang aman dan tertib.
Knalpot Brong Jadi Keluhan Utama
Dalam sesi diskusi dan curhat bersama, sejumlah aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung kepada pihak kepolisian.
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan adalah penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Perwakilan PMOC bersama perwakilan ojek online meminta agar kepolisian terus melakukan penindakan terhadap penggunaan knalpot bising yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Keluhan terbesar dari masyarakat adalah knalpot brong karena sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga Cianjur,” ujar AKP Aang.



