Melestarikan Cita Rasa Khas Cianjur
Sementara itu, di bidang kuliner, Ahmad Abdul Hadi dengan “Manisan Putra Sawargi” menerima penghargaan atas upaya melestarikan cita rasa khas Cianjur.
​Seni pewayangan yang adiluhung juga tak luput dari perhatian. Isak Suhendra, seorang maestro “Wayang Golek”, dihormati atas dedikasinya.
Lebih lanjut, beberapa sanggar seni turut diapresiasi atas peran aktifnya dalam berbagai festival, seperti Sanggar Putragiriloka dan Sanggar Wira Budaya yang sukses menggelar “Festival Dulag Istimewa”, serta Sanggar Putragiriloka lagi untuk pergelaran “Binojakrama Padalangan”.
Sanggar Perceka Art juga menerima penghargaan atas “Festival Kaulinan Rakyat” dan kontribusinya dalam berbagai tema seni.
​Tak hanya individu, sektor usaha juga memiliki peran vital. Tiga perusahaan besar, yaitu PT. Dunia Agro Cipta Bahagia (Pelaku Usaha Menengah), PT. Pyridam Farma (Pelaku Usaha Besar), dan PT. Tirta Investama Cianjur (Pelaku Usaha Besar), dianugerahi penghargaan atas dukungan dan kontribusi mereka terhadap ekosistem budaya dan ekonomi kreatif daerah.
​Di bidang musik, Rangga Gusman diakui atas karya “Musik HJC”-nya, sementara Yayan Sopyan diapresiasi atas desain “Logo HJC”.
Penghargaan juga diberikan kepada Ilham Nurwansah atas sumbangsihnya dalam literasi sejarah melalui buku “Babad Cianjur Karya Nyai Mas Syarifah Didoh 1974”.
​Selain individu dan pelaku seni, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DISKUMDAGIN), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) turut tercantum sebagai OPD pengampu yang berkontribusi dalam mendukung kegiatan kebudayaan.
Sinergi antar-OPD ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam membangun ekosistem budaya yang kuat dan berkelanjutan.



