Ismail Ishak menduga bahwa perekrutan tenaga kerja di PT Petrosea tidak transparan dan tidak mengutamakan tenaga kerja lokal dan diduga perekrutan tenaga kerjanya pakai sistem Nepotisme dan menggunakan orang dalam.
“Sepertinya perekrutan tenaga kerja di Masmindo harus menggunakan orang dalam sehingga bagi warga lokal yang tidak punya jaringan atau yang diistilahkan orang dalam akan susah masuk kerja dalam perusahaan tambang emas tersebut” ucap Ismail.
Menurutnya, masuknya perusahaan-perusahaan ke Luwu tersebut justru akan akan menimbulkan konflik sosial atau kecemburuan warga lokal jika perekrutan tenaga kerja itu justru menganut sistem nepotisme atau orang dalam dan itu akan menjadi ancaman kesenjangan sosial serta ancaman timbulnya konflik.
Ismail Ishak juga menyayangkan perusahaan yang baru masuk bekerja di Luwu untuk konstruksi tambang emas di PT Masmindo Dwi Area di Latimojong tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal di Luwu.
“Masmindo dan Petrosea sudah lama beroperasi di Luwu namun kenyataan hari ini angkatan kerja lokal yang ada di Luwu belum menjadi prioritas di Masmindo dan Petrosea” ucap Ismail.
Dari pantauan FP2KEL kata Ismail Ishak, Petrosea sudah melakukan perekrutan tenaga kerja melalui perusahaan Sub Kontraktornya PT Arlie Debora Utama yang berasal dari kabupaten lain.


